Gubernur Dominggus Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemprov PB

0
275
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkungan Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan di Gedung PKK Arfai, Rabu  (5/1/2022).
Pejabat yang dilantik Neles Dowansiba jabatan lama Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Beracun Berbahaya dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat jabatan baru Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua Barat.
Yan Piet Mosso jabatan lama Kepala Bagian Bina Mental Spritual pada Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, jabatan baru Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Barat.
Lasarus Ullo jabatan lama Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, jabatan baru Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat.
Pantauan klikpapua.com, dimana pelantikan dua pejabat kepala dinas dan satu pejabat kepala bagian diwarnai aksi protes dan pemalangan gedung PKK Arfai. Dengan aksi tersebut pelantikan tetap berlangsung.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya berpesan untuk mereka yang baru saja dilantik untuk pulang berkumpul bersama keluarga,  mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas jabatan yang baru saja diemban ini.
 “Setelah pelantikan ini juga diharapkan dapat melaksanakan rapat bersama seluruh eselon dan staf untuk mendapatkan masukan,  sudah sejauh mana program-program kerja yang sudah dan program kerja yang belum terlaksanakan. Jika ada yang belum dilaksanakan, maka harus dilanjutkan pada tahun 2022 ini,” harap orang nomor satu di Papua Barat ini.
Selain itu juga berpesan agar lakukan pembagian kerja, sesuai tugas dan tupoksi masing-masing, agar bisa diterima dan dilaksanakan sesuai tanggungjawab.
“Sehingga diharapkan semua eselon  beserta staf  bisa  melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya denga baik dan menjalankan semua itu harus sesuai dengan tupoksinya, jangan sampai tupoksi A  mengerjakan kerjaan tupoksi B, tupoksi B mengerjakan kerjaan tupoksi C, maka penyelenggaraann pemerintahan di OPD tersebut tidak akan berjalan baik, karena terjadi timpang tindih pekerjaan. Untuk itu harus dijabarkan dengan baik, kemudian fungsikan semua staf dengan baik, maka pasti pekerjaan akan berjalan,” jelas Dominggus.
Adanya aksi protes yang terjadi, tegas Gubernur, itu hal biasa. “Seperti yang saya selalu sampaikan banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih,” pungkasnya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.