Ketua MRPB Berharap Kejadian di Kota Sorong Tidak Menjurus ke Perpecahan

0
76
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menyayangkan apa yang terjadi baru-baru ini di Kota Sorong,yang dilakukan Satpol-PP Kota Sorong dan akhirnya digiring ke politik. “Semua itu hanya kesalahpahaman dan tidak adanya komunikasi,” kata Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren, Selasa (25/8/2021).
Menurut Maxsi, dirinya tidak melihat dari sisi politik, namun ia melihat adanya kelalaian partai dalam menyiapkan kegiatan vaksinasi tersebut. “Ini seorang Ketua DPW NasDem yang hadir, selain itu beliau adalah seorang Gubernur. Setidaknya semua sudah harus dipersiapkan secara baik. Seperti yang terjadi dan viral seorang Gubernur aktif dan kepala suku besar Arfak kemudian terjadi seperti ini, sangat disayangkan sekali,” tutur Maxsi.
Dia menilai tidak ada kesiapan tim kegiatan Partai NasDem Kota Sorong, dengan mengundang Ketua DPW Partai NasDem, yang sekaligus adalah Gubernur aktif. “Ini harusnya semua disiapkan secara baik,” ujar Maxsi di kantor MRPB.
Melihat kejadian tersebut, lanjut Maxsi, bahwa tim kegiatan dan Ketua NasDem Kota Sorong tidak mampu melakukan komunikasi  yang baik dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan vaksinasi. “Sehingga di sinilah kecolongan terjadi dalam partai sendiri. Dari semua itu akhirnya Gubernur yang jadi korban, padahal ini keselahan dilakukan oleh partainya sendiri,” kata Maxsi.
Lebih lanjut Maxsi juga menyayangkan apa yang dilakukan oleh oknum Satpol-PP Kota Sorong, dimana cara penyampaian dan cara berbahasa dilakukan pada saat itu, dinilai salah. “Terlepas beliau sebagai Ketua DPW Partai NasDem, tapi beliau juga merupakan seorang Gubernur yang masih aktif. Harus ada bahasa santun yang diberikan dan ada komunikasi yang disampaikan kepada  Gubernur selaku ketua partai bahwa ini tidak ada izin atau memanggil beliau secara tersendiri dan menjelaskan atau memyampaikan itu secara baik,” tandasnya.
Maxsi berharap permasalahan ini tidak sampai di bawa ke rana yang sebenarnya menjurus ke perpecahan antara sesama anak adat. “Saya juga berharap Walikota harus datang ke Manokwari secara anak adat datang dan menyampaikan ini kepada Gubernur bahwa masalah ini tidak melibatkan masalah politik yang ada, tapi ini  hanya miskomunikasi yang terjadi antara  kesalahan Satpol PP dan ini juga kelalain dari tim yang melakukan vaksin di Sorong, sehingga  jangan orang-orang menjurus ke yang sebenarnya tidak perlu,” pungkasnya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.