dr Arnold: Kabupaten/Kota Sudah Harus Siapkan Fasilitas Karantina

0
167
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap.(Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–  Tim Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat akan mengadvokasi pimpinan daerah masing-masing kabupaten/ kota untuk sebisanya menyiapkan fasilitas karantina.  Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap saat melakukan vicon bersama wartawan, Selasa (19/5/2020).
Menurutnya, fasilitas karantina perlu disediakan, agar sebagian besar kasus positif berasal dari OTG bisa ditampung di fasilitas karantina. Karena apabila semakin banyak orang yang positif, dan semuanya ditempatkan di fasilitas kesehatan, maka fasilitas kesehatan tidak akan mampu menampungnya. “Sehingga diharapkan pemerintah daerah menyiapkan fasilitas karantina. Kemudian yang mengawasi fasilitas karantina bukan hanya petugas  kesehatan, tetapi  ada relawan dan masyarakat yang lain yang akan diatur sedemikian rupa, sehingga bisa ada pengawasan. Dan tidak harus ketat seperti harus di rawat di rumah sakit,” jelasnya.
Karantina terpusat menurutnya, disediakan untuk mereka yang positif, tapi tanpa keluhan (sehat). Di beberapa daerah sudah dilakukan karantina terpusat, sehingga yang OTG, ODP  ditempatkan di karantina, agar tidak ada kontak, tidak ada potensi penularan dengan orang lain.
Lebih lanjut ditegaskan, pihaknya akan segera menyurat untuk memastikan masing-masing pemerintah kabupaten/ kota untuk menyiapkan fasilitas karantina. “Surat pemberitahuan secara resmi terkait antisipasi adanya peningkatan jumlah orang yang positif, terutama apabila kita punya alat PCR sudah mulai beroperasi, sambil menunggu juga hasil pemeriksaan laboratorium di Makassar,” kata dr.Arnold.
Karantina terpusat, haruslah tempat yang layak untuk ditempati, lebih nyaman, ada fasilitas kipas angin/ Ac, listrik, terutama air bersih. “Ada yang mengunakan diklat bahkan ada juga yang menggunakan sekolah-sekolah,” katanya.
Menurut dr. Arnold fasilitas karantina ini ada dua, pertama bagi yang ODP atau OTG yang belum diperiksa atau yang berasal dari luar Kabupaten Manokwari, maka mereka perlu diisolasi karena belum mengetahui gejalanya.
Fasilitas karantina yang satunya lagi disiapkan bagi mereka yang positif, tetapi tanpa gejala dan keluhan biasanya dari OTG yang diperiksa ternyata positif, itu yang perlu perawatan khusus oleh petugas kesehatan yang terus memantau mereka dikasih vitamin. “Kemudian apakah dipantau ada keluhan seperti batuk atau keluhan keluhan lainnya dan mereka perlakuannya agak sedikit berbeda dengan karantina orang yang belum sama sekali diperiksa,  dengan fasilitas karantina seperti ini tidak perlu ada penanganan yang terlalu khusus  misalnya harus menggunakan pakaian astronot paling tidak menggunakan masker N95 saat kita mau mengantar obat makanan pakaian dan perbekalan yang lain sesuai dengan protokolnya sehingga masing-masing bisa diterapkan oleh daerah,” pungkasnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.