Di Pekan Sagu Nusantara 2020, Wagub Lakotani Ingatkan ASN Soal Keseriusan Kelolah Program

0
129
Wakil Gubernur saat hadir di Pekan Sagu Nusantara 2020 yang dilaksanakan di kantor Gubernur di Arfai, Selasa (20/10/2020).(Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menegaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak bersenang-senang dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial. “Kegiatan yang dibuat takeline dan tema bagus, habis kegiatan seremonial selesai, tidak ada tindak lanjut,” ungkap Wakil Gubernur saat menghadiri Pekan Sagu Nusantara 2020 yang dilaksanakan di kantor Gubernur di Arfai, Selasa (20/10/2020).
Kata Wagub, momen pekan Sagu Nusantara 2020 ini baru pertama dilakukan dan juga bukan yang terakhir.  Dan telah disajikan data potensi hutan sagu yang luar biasa, luasannya sangat signifikan di Papua Barat. Hal ini menurunya, merupakan potensi yang bisa dijadikan sebagai lumbung pangan dan pangan lokal yang benar-benar sehat dan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat pengelolah sagu, petani sagu, masyarakat yang hidup bersama- sama di lingkungan sekitar hutan sagu.
“Tentu saya berharap kegiatan ini tidak  hanya berhenti pada  kegiatan seremonial, seperti kegiatan hari ini dalam rangka Pekan Sagu Nusantara, tetapi kegiatan- kegiatan yang selanjutnya substansi dari pada apa yang kita lakukan hari ini kelanjutannya itu yang harus kita harapkan, agar benar-benar ditindak lanjuti, ” harap Lakotani.
Karena dengan keseriusan, dapat mengangkat harkat, martabat kesejahteraan para petani sagu, masyarakat adat yang hidup di sekitar hutan sagu. Oleh karena itu, butuh kesungguhan dan keseriusan untuk membangun. “Kita tidak terjebak di dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial semata, kita bicara sagu hari ini, kita bicara potensi-potensi yang lain, karena Tuhan sudah menyiapkan sumber daya alam yang luar biasa untuk Papua dan juga Papua Barat,” tukasnya.
Ditambahkan Lakotani, Papua Barat dan Papua sudah diversifikasi, pangan lokal bukan hanya sagu saja, melainkan ada keladi, betatas,  pisang, singkong dan lain sebagainya. Sehingga perlu dikembangkan bersama-sama dengan instansi teknis, agar bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Draf Pergub untuk pangan lokal sudah disiapkan, tinggal dirapikan untuk beberapa item-item kalau sudah akan ditandatangani oleh gubernur, setelah itu kita minta supaya benar-benar pangan lokal menjadi makanan utama dalam setiap kegiatan-kegiatan seremonial di Papua Barat,” tegasnya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.