KAIMANA,KLIKPAPUA.com—Pertanyakan pengelolaan program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Warga Distrik Yamor dan Distrik Teluk Etna yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Sumber Daya Manusia menggelar audiens bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Senin (6/7/2025).

Perwakilan Solidaritas Peduli Sumber Daya Manusia, Onesimus Maray menegaskan sejak Kabupaten Kaimana dimekarkan hingga saat ini, putra-putri dari Distrik Yamor dan Teluk Etna tidak diikutsertakan dalam program beasiswa Adem dan ADik di Kabupaten Kaimana.
Ia mengungkapkan pada tahun 2025 lalu, pihaknya telah melakukan audiens bersama Dinas Pendidikan dan DPRK Kaimana, namun tidak ditanggapi.
Menurutnya, hak pendidikan dijamin dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang berbunyi: “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan ayat 2 ayat Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya.”
Ia menyebut, pembangunan SDM merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah, namun hingga kini masyarakat di Distrik Teluk Etna dan Yamor, masih kesulitan dalam akses pendidikan untuk jenjang yang lebih tinggi.
“Kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas sumber daya manusia dan menghambat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah, ” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Ray Ratu D Come menegaskan bahwa hampir setiap tahun, ada keterwakilan dari 8 suku asli Kaimana yang mengikuti seleksi program beasiswa Adem maupun ADik.
Ray menjelaskan seleksi, verifikasi, penetapan, dan pengumuman kelulusan penerima Beasiswa ADiK merupakan kewenangan penuh Pemerintah Pusat.
“Sedangkan untuk Adem mekanismenya agak berbeda dimana kewenangan diberikan kepada guru pada sekolah penyelenggaraan Adem tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program Adem dan ADik bersumber dari APBN yang merupakan program nasional melalui Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah hanya sebatas memfasilitasi.
Untuk mengikuti program beasiswa tersebut baik ADik maupun ADEM nilai rata-rata rapor setiap semester untuk seluruh mata pelajaran minimal 7,5.
“Guna meningkatkan sumber daya manusia di wilayah itu, pihaknya berencana akan melaksanakan pembelajaran matrikulasi, untuk menyamakan pemahaman, ketrampilan dasar dan pengetahuan awal peserta didik, “tutupnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Kasat Binmas Polres Kaimana, Iptu Lutfi Bafadal, Kepala Distrik Yamor, Ferry Kamandiray, Kasie Pengawasan Kesiswaan, Samuel Wayega, Kepala Kampung, Masyarakat Distrik Yamor dan Etna.(lau)





















