Semangat Bela Negara dari Timur Indonesia

0
718
Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han
Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han
Oleh : Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han
(Kader Intelektual Bela Negara)
SETIAP negara harus memilki sistem pertahanan (sishan) yang kuat karena sishan merupakan faktor utama bagi eksistensi sebuah negara. Negara akan disebut berhasil jika memiliki sishan yang kuat dalam menghadapi berbagai disrupsi ancaman yang datang baik dari dalam negari maupun disrupsi ancaman lain yang datang dari luar negeri.
Sishan Indonesia disusun dengan mempertimbangkan berbagi faktor seperti kondisi geografis, politik dalam dan luar negeri, budaya, keadaan ekonomi, kehidupan sosial serta disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis.
Sistem pertahanan Indonesia adalah sistem pertahanan semesta, yang berarti sistem pertahanan yang melibatkan seluruh warga negara Indonesia. pelibatan tersebut disesuaikan dengan peran dan fungsi masing-masing serta menjunjung tinggi rasa cinta akan tanah air Indonesia.
Buku putih pertahanan (2015) menyebutkan bahwa sishan Indonesia yang berbentuk sishan semesta memiliki tiga ciri utama yaitu ciri kerakyatan, ciri kesemestaan, dan kewilayahan yang melibatkan seluruh komponen yang ada serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah, dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut.
Terdapat tiga komponen dalam sishan negara yaitu komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Sementara, ancaman yang dihadapi negara saat ini terbagi dalam tiga spektrum yaitu ancaman militer, ancaman nirmiliter, serta ancaman hibrida (perpaduan antara ancaman militer dan nirmiliter).
Jika ancaman yang datang adalah ancaman militer maka yang menjadi komponen utama untuk menghadapi ancaman tersebut adalah militer dan yang menjadi cadangan adalah non-militer, dan jika ancaman yang datang adalah ancaman nirmiliter maka yang menjadi komponen utama adalah nonmiliter dan yang mendukung adalah militer.
Saat ini, ancaman un-conventional lebih dominan terjadi, dimana ancaman non-militer ini lebih sering terjadi dibandingkan ancaman militer seperti yang terjadi pada perang dunia I dan perang dunia II.
Salah satu ancaman nyata yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah ancaman pandemi covid-19. Penyebaran dari pandemi covid-19 ini sudah menyentuh seluruh daerah di Indonesia, bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki Riwayat pasien yang meninggal akibat penyebaran covid-19.  Pandemi ini disebutkan sebagai salah satu ancaman nyata berbahaya dalam bidang kesehatan yang telah berhasil merubah tatanan hidup penduduk dunia.
Pandemi covid-19 berdampak juga secara langsung kepada ekonomi Indonesia dan juga mempengaruhi kebijakan pertahanan Indonesia untuk menghadapi ancaman. Selain pandemic covid-19 yang mengancam kesehatan tubuh manusia ini, ancaman nyata lainnya yang menyerang Indonesia adalah ancaman Infodemic. Ancaman Infodemic ini masuk ke Indonesia sesuai dengan perkembangan industri.
Perkembangan ancaman infodemic ini dapat dilihat dengan penyebaran konten negatif di media sosial serta banyaknya informasi palsu atau berita hoax yang dengan sengaja dibuat dan dibagikan kepada masyarakat untuk membangun persepsi baru dan merusak kesehatan mental masyarakat Indonesia.
Dapat disebutkan bahwa perang yang dulunya dilakukan menggunakan senjata api saling tembak, kini dimensinya telah berubah menjadi perang yang dilakukan di dalam dunia maya dengan menggunakan teknologi sebagai senjata utama. Saat ini orang atau kelompok dapat menyerang pemerintah atau masyarakat Indonesia seperti pencurian data pribadi bahkan melakukan hack kepada situs resmi pemerintah.
Selain itu, ada juga propaganda yang dilakukan menggunakan teknologi internet untuk menyerang mindset (pola pikir) anak muda Indonesia, dengan tujuan memecah belah semangat bhineka tunggal ika. Ancaman ini, penulis sebut sebagai ancaman propaganda 4.0 yang harus diperangi.
Propaganda 4.0 ini dapat dikatakan sebagai cara paling efektif yang digunakan oleh orang  atau kelompok tertentu untuk memecah Indonesia dengan merusak anak muda Indonesia.
Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh lembaga research menemukan bahwa propaganda melalui teknologi internet saat ini memang sedang dan sudah terjadi di Indonesia.
Global Future Institute dalam penelitianya menyebutkan bahwa salah satu ancaman yang saat ini sedang mengancam kedaulatan Indonesia adalah Balkanisasi Nusantara. Balkanisasi Nusantara adalah Rencana Adikuasa untuk memecah Indonesia menjadi 8 negara-negara kecil yang merdeka. Istilah Balkanisasi muncul dari penyebutan pemecahan negara-negara disekitar semenanjung Balkan Eropa yang pada awalnya menjadi wilayah kesultanan Turki Utsmani atau Ottoman Empire dan juga kekaisaran Austria-Hungaria. Dua Kekaisaran tersebut dipecah menjadi negara-negara kecil seperti Turky, Syiriah, Iraq, Lebanon, Palestina, Bulgaria, Romania, Yugoslavia, Hungaria, Austria, dan Cekoslovakia.
Indonesia yang terdiri dari suku bangsa, agama, budaya, ras yang berbeda-beda serta terdiri dari 17.000 pulau ini tentunya akan menjadi makanan empuk oleh elit global. Melalui propaganda yang dilakukan secara massif dapat membangun semangat perpecahan. Alasan utama kenapa Indonesia harus dipecah adalah karena Indonesia merupakan negara istimewa yang sebagian besar daerahnya terdapat sumber daya alam yang melimpah.
Dengan Indonesia yang terpecah maka akan sangat mudah untuk diambil kekayaan yang terkandung didalam bumi nusantara. Terlihat bahwa saat ini ada understrategy dan propaganda mindset yang dilakukan untuk membentuk orang dan kelompok yang kontra dengan semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Salah satu daerah yang selalu menjadi perhatian adalah Pulau Papua yang terletak di ujung timur Indonesia.
Papua disebut sebagai surga kecil yang jatuh kebumi namun dibalik keindahan dan kekayaan Papua ternyata menyimpan banyak kepentingan didalamnya. Papua dikenal dunia karena alamnya yang masih hijau yang disebut sebagai paru-paru dunia, tempat wisata di raja ampat, pulau terbesar kedua di dunia, dan memiliki tambang emas terbesar di dunia yaitu Freeport. Bukan hanya emas, ternyata ada potensi sumber daya alam lain seperti tembaga, perak, dan juga ada kandungan uranium yang merupakan bahan baku pembuatan nuklir.
Dengan kekayaannya, Papua dapat kita ibaratkan sebagai seeorang perempuan cantik yang sedang diperebutkan oleh banyak lelaki. Namun, perempuan cantik yang sangat menggoda ini ternyata sudah ada didalam ikatan cinta dengan Indonesia. proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 agustus 1945 adalah pelaksanaan exercise of self-determination dan berlaku untuk seluruh wilayah Netherlands East Indies sebagai bekas jajahan Belanda sesuai dengan doktrin Uti Possidetis Juris. Doktrin tersebut menyatakan bahwa penetapan batas wilayah negara yang memerdekakan diri dari colonial powers didasarkan batas koloni sebelum kemerdekaan.
Namun setelah Indonesia merdeka ternyata pihak koloni tidak menyerahkan secara penuh wilayah jajahannya dan malah membentuk kelompok kontra Pemerintah Indonesia di Papua untuk kepentingannya. Sehingga pada tahun 1969 dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) untuk menentukan status daerah Papua, antara milik Belanda atau Indonesia. Penentuan Pendapat Rakyat itu disebutkan sebagai akhir dari perdebatan status Papua.  1025 orang Papua hadir dalam Pepera dan memilih Papua adalah bagian sah dari Indonesia.
Dibalik berbagai propaganda yang dilakukan untuk memecah Indonesia dan segala macam cara dilakukan ternyata keyakinan kita bahwa unity in diversity Bersatu didalam perberdaaan itu masih terus terjadi sampai saat ini. Bahkan semangat itu justru datang datang dari Indonesia bagian timur Papua.
Papua yang selalu dikenal dengan daerah konflik baru saja sukses melaksanakan pekan olahraga nasional ke XX dengan sempurna, pesta olahraga yang dilaksanakan semenjak tanggal 22 september hingga 15 oktober ini telah menunjukan bahwa Papua bisa. Dengan motto Torang Bisa (kita bisa)! PON Papua digelar dan didukung oleh semua elemen masyarakat Papua.
Hal ini menunjukan bahwa semangat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia saat ini datang dari Papua.  Bukan hanya masyarakat Papua, sebagian masyarakat Indonesia juga ikut meneriakan Torang Bisa sambil mendukung tim kontingen provinsi masing-masing. Presiden dan Wakil Presiden yang hadir dalam pembukaan dan penutupan PON juga meneriakan hal yang sama Torang Bisa, yang artinya Torang Bisa terus merawat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Semangat persatuan dan kesatuan ini harus terus dibangun dan dijaga agar segala bentuk disrupsi ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri bisa dilawan secara bersama-sama menggunakan semangat yang sama saat bagaimana bangsa Indonesia direbut dari para penjajah dengan kekuatan pertahanan semesta.
Hal ini menjadi pesan bagi pemuda Indonesia bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara, selain dapat terlibat secara langsung dalam komponen utama (militer), pemuda juga dapat terlibat didalam komponen cadangan dan tindakan sehari-hari yang mencerminkan upaya bela negara.
Setiap komponen yang dibentuk, ditata, dan dibina memiliki tujuan yang sangat penting bagi NKRI yaitu untuk mempertahankan kedaulatah negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.
Dengan demikian, Pemuda/i  perlu memiliki nilai-nilai dasar bela negara yaitu : Cinta terhadap tanah air, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Yakin kepada Pancasila sebagai ideolgi negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan bela negara baik secara psikis maupun fisik, dan Semangat mewujudkan negara yang berdaulad, adil, dan makmur.
Dengan memiliki nilai dasar bela negara melalui tahapan yang dilakukan dalam pembentukan kader bela negara, maka generasi muda dapat dipersiapkan lebih matang untuk menghadapi masa depan dan  menjadi generasi emas 2045. Berperan aktif didalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan juga dapat dilakukan oleh pemuda melalui :
  1. Bijak bermedia sosial dengan membangikan pesan yang memiliki nilai nasionalisme dan dapat membangkitkan jiwa patriotisme, serta tidak menyebarkan informasi hoax/bohong;
  2. Saling menghargai atas setiap perbedaan yang ada;
  3. Memiliki semangat untuk mempersiapkan masa depan dengan belajar yang tekun;
  4. Memiliki jiwa leadership didukung dengan wawasan kebangsaan yang luas;
  5. Mendukung ekonomi masyarakat dengan membeli produk UMKM (Dalam Negeri);
  6. Mentaati anjuran pemerintah dengan menjaga protokol Kesehatan, menerapkan 5 M selama masa Covid-19;
  7. Tidak membagikan informasi atau rahasia negara kepada orang asing dan atau siapapun yang mencoba mengambil data negara.
  8. Terlibat aktif dan ikut menyukseskan program-program pemerintah yang akan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Jika Pemuda mengembangkan karakter kebangsaannya dengan baik serta terlibat aktif didalam berbagai kegiatan positif, maka pemuda memiliki peran yang sangat penting didalam upaya bela negara dan juga dalam rangka mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Semangat persatuan dan kesatuan telah ditunjukan oleh masyarakat Papua dengan menyukseskan PON Papua dan menunjukan bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.