JAKARTA,KLIKPAPUA.COM-Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) global masih optimistis melakukan eksplorasi di era harga minyak rendah.

Menurut David Ramos, Director Regional Exploration Eastern Hemisphere Repsol, jika berharap produksi migas akan berjalan dengan baik maka eksplorasi harus dilakukan. Namun, perusahaan akan tetap selektif dalam memilih proyek yang bisa mendatangkan keuntungan.

“Menjadi selektif sesuai keahlian kami,” ujar David dalam Plenary Session 1 The 43 nd IPA Convex 2019 dengan tema Global Success Stories: Recent Improvements in Exploration Activities Worldwide, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, proses seleksi juga menyangkut bagaimana suatu pemerintahan mengapresiasi
keberadaan perusahaan migas di negara tersebut. Salah satu bentuk apresiasi misalnya terkait kebijakan fiskal. David menambahkan, perusahaan migas tetap harus menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah dan para mitra strategisnya. “Tidak hanya soal keuangan tetapi juga harus bersinergi,” ujarnya.

David menuturkan, Repsol akan mempertahankan investasi eksplorasinya dengan mempertimbangkan volatilitas industri migas. Kegiatan eksplorasi Repsol akan fokus pada
negara Meksiko, Guyana, dan Rusia. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menjadi
fokus kegiatan eksplorasi perusahaan asal Spanyol ini.

“Kami memperkuat posisi di Sumatera Selatan dan memutuskan untuk menjadikan Indonesia
sebagai pusat investasi di Asia Tenggara,” katanya.

Respol merupakan operator di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan, setelah membeli wilayah kerja tersebut dari Talisman pada 2015. Sejak menjadi operator blok ini, Repsol mengebor dua sumur eksplorasi. Sumur eksplorasi yang kedua, Kali Berau Deep-2X, pada awal 2019 sukses
membuktikan adanya cadangan migas yang signifikan.

Sementara itu, EVP Global Exploration Projects of Eni, Aldo Napolitano, mengatakan, belanja
modal perusahaan mengalami kenaikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun,
kenaikannya memang tidak signifikan. Fokus perusahaan saat ini menjaga stabilitas operasi
dengan mempertahankan arus modal di tengah ketidakpastian kondisi global.

“Kami tetap eksplorasi seperti sebelumnya untuk mendorong pertumbuhan. Kami
pertimbangkan semua yang bisa muncul dari eksplorasi,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Michael Deal, VP Asia Pacific Exploration & New Ventures of

Exxon Mobil. Menurut dia, pihaknya tetap mempertahankan konsistensi investasi eksplorasi.
“Kami upayakan belanja eksplorasi stabil seperti beberapa tahun ini,” ucapnya.

Baik ExxonMobil, Repsol, dan Eni, para perusahaan migas sepakat bahwa pemanfaatan data
perlu dioptimalkan dalam kegiatan operasi migas di masa depan. Hal tersebut terkait
bagaimana cara mengakses, memahami, dan mengolah data-data sehingga bisa mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi perusahaan. “Menggunakan data untuk memprediksi kondisi lain dan untuk meningkatkan kinerja pengeboran bisa menjadi target yang harus dicapai,” ujar Aldo.

Sementara itu, Peter Cameron, Director of the Centre for Energy, Petroleum and Mineral Law & Policy of the University of Dundee, mengatakan, tak ada jawaban yang berlaku umum untuk
pertanyaan terkait cara negara-negara di dunia dapat memacu investasi eksplorasi menjadi
lebih baik. Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh suatu negara adalah mempelajari tantangan
masing-masing. Barulah selanjutnya mencari patokan negara lain yang dinilai sukses
menghadapi situasi serupa. Pemerintah dapat memilih empat hingga lima negara dalam
melakukan kajian semacam ini. “Pemerintah harus bisa melihat lalu memilih calon investor seperti apa yang hendak digaet ke negaranya untuk melakukan investasi eksplorasi,” ujarnya. (rls/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.