DPMK Manokwari Pantau Progres Program TEKAD 2026 di Sejumlah Kampung

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Manokwari mulai menunjukkan perkembangan positif.

Sejumlah unit usaha berbasis potensi lokal, seperti peternakan sapi dan ayam, budi daya ikan lele, serta perkebunan cabai, jagung, dan kakao, kini beroperasi di tingkat kampung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari Aswandi mengatakan, pihaknya bersama tim Fasilitator Kabupaten (Faskab) dan Fasilitator Distrik (Fasdis) TEKAD telah meninjau langsung sejumlah lokasi penerima manfaat untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

Peninjauan pertama dilakukan di BUMDes Prafi Mulya yang mengelola usaha penggemukan sapi. Menurut Aswandi, kandang sudah siap, sedangkan pengadaan ternak masih dalam proses pencarian sapi yang sesuai dengan pagu anggaran Rp13 juta per ekor.

“Tempatnya sudah siap, sapinya sedang dipesan. Kelompok penerima sedang menyesuaikan harga pasar agar mendapat kondisi sapi yang proporsional,” ujarnya.

Di Kampung Bedit Matoa, DPMK meninjau pengembangan budi daya cabai yang sebagian besar dikelola pemuda Orang Asli Papua (OAP). Aswandi mengapresiasi tingginya partisipasi warga setempat dalam program tersebut.

Peninjauan berlanjut ke Kampung Logor untuk komoditas jagung, serta Kampung Meyforga yang mengoperasikan budi daya ikan lele dengan sistem bioflok.

Sementara itu, usaha peternakan ayam petelur di Kampung Warior (SP 8) telah berproduksi rutin dan memasok kebutuhan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Di kawasan Pantai Utara (Pantura), program ini memfokuskan pengembangan budi daya kakao untuk 10 kelompok tani. Setiap kelompok mengelola sekitar seribu bibit kakao yang didatangkan dari Manokwari Selatan dengan harga Rp50 ribu per pohon. Pengadaan bibit dilakukan secara nontunai melalui transfer sesuai regulasi pengelolaan APBN.

Aswandi berharap keberhasilan program ini dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan. Pihaknya berencana mengusulkan kepada pemerintah daerah agar skema TEKAD direplikasi ke kampung-kampung lain di Manokwari.

“Tujuan utama program ini adalah menjadi ruang belajar bagi warga, khususnya OAP, dalam mengelola bantuan dan membangun kemandirian ekonomi. Jika dikelola konsisten, kami optimistis kesejahteraan masyarakat kampung dapat meningkat signifikan,” pungkasnya. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses