
KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) Tahun Anggaran 2026 di Kampung Waho, Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Pengelola Bantuan (KPB) Demplot Waho itu diikuti oleh kelompok masyarakat yang diberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan berupa pembuatan kerupuk udang sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas hasil laut.
Ketua Demplot Kampung Waho, Laura Astarida Kameubun, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kameubun menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan adonan, pencetakan, pengeringan, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki kualitas dan daya saing di pasaran.
Menurutnya, selama ini udang yang diperoleh masyarakat umumnya dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya masih terbatas.
Melalui pelatihan ini, warga didorong untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil laut yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Potensi perikanan di Kampung Waho cukup besar sehingga masyarakat perlu dibekali keterampilan agar hasil laut yang ada tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ucapnya, Selasa (8/9/2026).
Kameubun menambahkan, kerupuk udang dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh dan proses pembuatannya dapat dilakukan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana. Produk ini juga dinilai memiliki peluang pasar yang cukup baik jika dikelola secara berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan disertai pendampingan lanjutan, sehingga produk olahan yang dihasilkan mampu memenuhi standar pasar dan menjadi salah satu produk unggulan Kampung Waho.
“Semoga melalui Program TEKAD, penguatan kapasitas masyarakat kampung terus didorong agar potensi sumber daya lokal dapat diolah secara produktif, menciptakan lapangan usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tandasnya. (lau)




















