
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menyiapkan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah baru di Distrik Manokwari Selatan menyusul daya tampung TPA lama yang sudah tidak memadai.
Operasional TPA baru itu, bagaimanapun, belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran ini karena sejumlah tahapan legalitas lahan masih dalam proses penyelesaian.
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Jhon Fonataba, mengatakan kondisi TPA lama saat ini sudah sangat penuh dan sempat mengalami kebakaran yang asapnya mengganggu masyarakat sekitar.
“Kondisi di lokasi lama sudah sangat penuh, kemarin sempat terjadi kebakaran dan asapnya mengganggu masyarakat. Penanganan saat ini dilakukan dengan sistem pembuatan kolam penampungan dan penimbunan tanah secara berkala untuk menekan potensi kebakaran,” kata Fonataba saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/9/2026).
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut dalam jangka panjang, Pemkab Manokwari telah menyiapkan lahan pembuangan baru yang dinilai strategis di Distrik Manokwari Selatan.
Di lokasi baru itu, rencananya akan diterapkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, termasuk pembuatan pagar pembatas atau parit buatan selebar dan sedalam tiga meter menggunakan ekskavator untuk membatasi akses masyarakat demi alasan keamanan.
Meski lahan dinilai sudah siap secara teknis, Fonataba menyebutkan pihaknya masih menuntaskan sejumlah tahapan, mulai dari aspek teknis, kesepakatan pembebasan lahan dengan pemilik hak ulayat, hingga skema penganggaran.
“Lokasinya sudah sangat siap dan strategis secara teknis. Namun, tahun ini kita fokus menyelesaikan legalitas administratif, seperti berita acara kesepakatan dan kontrak pembayaran tanah dengan pemilik lahan. Setelah seluruh proses kompensasi dan persetujuan pemerintah tuntas, pergerakan di lapangan baru bisa langsung dimulai,” jelasnya.
Selain masalah lahan, Fonataba menambahkan bahwa sejumlah tantangan operasional lain turut dimatangkan, seperti kesiapan armada angkut, alokasi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk alat berat, hingga biaya tak terduga dalam penanganan kondisi darurat.
Pemkab Manokwari berkomitmen agar skema pengelolaan sampah terpadu, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengelolaan residu di TPA baru, dapat berjalan optimal begitu izin dan fasilitas pendukung siap digunakan. (mel)




















