Pemprov PB Gelar Pelatihan Dasar Koperasi di Mansel, Bupati Bernard: Koperasi Kuat Butuh Pengurus yang Mumpuni Secara Manajemen

0

RANSIKI,KLIKPAPUA.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar Pelatihan Dasar-Dasar Koperasi di Kabupaten Manokwari Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Penginapan Srikandi, Ransiki, Senin (7/9/2026) ini dibuka langsung oleh Bupati Mansel, Bernard Mandacan, S.IP, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Sarce Meidodga.

Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan dan diikuti oleh para pengurus serta pengelola koperasi se-Kabupaten Manokwari Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Bernard Mandacan menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh pengetahuan administratif semata, melainkan sarana untuk membangun kapasitas, integritas, dan profesionalisme para pengurus koperasi.

“Koperasi yang kuat membutuhkan pengurus yang memiliki kemampuan manajemen yang baik, memahami tata kelola keuangan, mampu menyusun perencanaan usaha, memahami kebutuhan anggota, serta memiliki komitmen untuk menjalankan koperasi secara transparan dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Bernard.

Ia menegaskan bahwa koperasi harus benar-benar menjadi milik dan alat perjuangan ekonomi masyarakat, bukan sekadar nama atau kelembagaan di atas kertas.

“Pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota,” tegasnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati Bernard berharap agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pengetahuan yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang pelatihan, melainkan harus diterapkan langsung dalam pengelolaan koperasi di lapangan.

“Kita harus mendorong koperasi agar mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi daerah, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga akses terhadap pembiayaan,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM. Namun, upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak.

“Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, lembaga keuangan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Bupati Bernard juga mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk mengembangkan usaha yang berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Koperasi harus mampu hadir membantu masyarakat dalam menyediakan sarana produksi, mengorganisir hasil pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan, serta membuka akses pasar dan meningkatkan nilai jual produk.

“Sehingga dengan demikian, koperasi benar-benar hadir sebagai rumah ekonomi bersama masyarakat,” pungkasnya. (aco/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses