Pemkab Manokwari Dorong Organisasi Perempuan Mandiri, Tak Lagi Bergantung Bantuan APBD

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari memanfaatkan momentum Bulan Kemerdekaan untuk mendorong organisasi perempuan agar benar-benar “merdeka” dari ketergantungan bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui pengelolaan program yang mandiri dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, Jefri Sahuburua, mewakili Bupati Manokwari saat membuka kegiatan talkshow bertajuk “Merdeka dari Ketergantungan” di Manokwari, dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jefri menegaskan, bantuan hibah dari Pemkab Manokwari semestinya diposisikan sebagai stimulan awal untuk memicu kemandirian, bukan dijadikan tumpuan utama yang memicu ketergantungan finansial berkepanjangan.

“Hibah adalah dukungan pemerintah agar organisasi dapat berkembang. Jangan melihat hibah hanya sebagai bantuan yang harus dihabiskan, tetapi jadikan sebagai modal untuk membangun kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Jefri membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan memegang peranan krusial karena berdampak langsung pada pembangunan keluarga, masyarakat, hingga kemajuan daerah. Perempuan, kata dia, bukan sekadar penerima manfaat (objek), melainkan penggerak utama (subjek) dalam sektor sosial, ekonomi, dan pemerintahan.

Ia juga menyoroti bahwa ketergantungan organisasi tidak hanya bersumber dari masalah finansial, tetapi juga keterbatasan keterampilan, pengetahuan, serta akses terhadap sumber daya.

Oleh karena itu, Pemkab Manokwari disebutnya terus berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pengembangan usaha, hingga literasi digital.

“Setiap organisasi harus berdiri mandiri, mampu menciptakan inovasi, serta mengelola modal secara produktif. Kami minta penerima hibah memastikan penggunaannya tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, membenarkan bahwa ketergantungan programatik dan finansial masih menjadi tantangan utama keberlanjutan organisasi perempuan di daerah.

Alberthina berharap momentum Bulan Kemerdekaan ini menjadi titik balik perubahan pola pikir pengurus organisasi agar lebih adaptif dan inovatif.

“Melalui forum ini, kita ingin membangun pola pikir mandiri serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis,” terang Alberthina.

Kegiatan talkshow tersebut dihadiri para ketua dan bendahara organisasi perempuan calon penerima hibah se-Kabupaten Manokwari.

Hadir pula sebagai narasumber Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Inspektorat Daerah selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Manokwari. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses