Markus Suila Siap Maju Calon Ketua Asprov PSSI Papua Barat 2026–2030

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Markus Suila menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat periode 2026–2030.

Saat diwawancarai, Sabtu (3/10/2026), Markus mengatakan visinya adalah mewujudkan sepak bola Papua Barat yang profesional, berprestasi, dan bermartabat.

“Visi utama saya adalah sepak bola Papua Barat yang profesional, berprestasi, dan bermartabat sebagai lumbung pemain berkarakter untuk Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menyiapkan enam misi, mulai dari pembenahan organisasi hingga pembinaan usia dini. Dalam tata kelola, Markus berencana mereformasi birokrasi Asprov dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan digitalisasi administrasi, termasuk pendaftaran pemain, transfer, dan kompetisi.

“Kita perlu menyehatkan keuangan organisasi melalui audit independen dan kemitraan sponsorship yang profesional, serta mengaktifkan kembali peran Askab di seluruh Papua Barat,” katanya.

Untuk pembinaan, ia akan menggelar kompetisi usia dini secara berkelanjutan, yakni Liga Anak U-10 dan U-12 serta Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17, bekerja sama dengan sekolah dan sekolah sepak bola (SSB). Perhatian khusus juga diberikan kepada daerah pesisir dan pegunungan agar tidak ada talenta yang terlewatkan.

Markus juga berjanji menggelar Liga 4 Papua Barat, Liga Futsal, dan sepak bola putri secara rutin setiap tahun untuk mendorong klub daerah naik ke Liga 2 dan Liga 3.

“Kursus lisensi kepelatihan D, C, B AFC/PSSI dan peningkatan kemampuan wasit C3 hingga C1 serta match commissioner akan kami gelar berkala di Manokwari dan Fakfak,” ujarnya.

Selain itu, ia akan mendorong pemerintah daerah merenovasi stadion mini di tiap kabupaten, menerapkan pendekatan sport science, dan memanfaatkan event sepak bola untuk menggerakkan UMKM serta ekonomi kreatif lokal.

Jika terpilih, Markus menyiapkan empat agenda dalam 100 hari pertama: peluncuran Sistem SI-APSSI Papua Barat, roadshow ke tujuh kabupaten untuk menghidupkan kepengurusan yang mati suri, penetapan kalender kompetisi 2026–2027, dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga BUMN atau pihak swasta sebagai sponsor pembinaan usia dini.

Ia mengusung tagline “Dari Papua Barat untuk Indonesia: Sepak Bola Maju, Papua Barat Bermartabat”. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses