DP3AKB Manokwari Perkuat Aktivis PATBM Warpramasi Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Manokwari menggelar kegiatan Pemantapan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Warpramasi guna memperkuat kapasitas aktivis dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan berlangsung di Kampung Urapi Hilir, Selasa (18/8/2026), dan turut dirangkaikan dengan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala DP3AKB Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Anak adalah titipan Tuhan dan penerus bangsa. Melindungi anak tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus bersama-sama dari tingkatan keluarga, masyarakat, hingga pemerintah,” ujarnya

Kegiatan itu dihadiri anggota DPRK Manokwari, Kepala Distrik Prafi, Kepala Distrik Masni, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Prafi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Papua Barat, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPPA Manokwari, Kepala Kampung Urapi Hilir, Ketua PATBM Berlian, serta para aktivis PATBM se-Warpramasi.

Dalam sambutannya, Alberthina meminta para aktivis tidak ragu menjalankan tugas pendampingan di lapangan karena payung hukum yang menaungi kerja perlindungan anak sudah jelas dan kuat.

“Secara hukum kita diberikan kewenangan dan dilindungi, sehingga jangan takut. PATBM hadir sebagai bukti bahwa masyarakat peduli. Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah garda terdepan yang paling tahu kondisi anak-anak di kampung, RT, dan lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan pemantapan tersebut, kapasitas, pengetahuan, serta jejaring para aktivis PATBM dapat semakin solid demi menghentikan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

“Tujuannya tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan, penelantaran, maupun putus sekolah. Dengan bergerak bersama, bersatu, dan berkarya, kita bisa mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak di Manokwari,” pungkas Alberthina. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses