MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRPB) meninjau langsung sejumlah proyek Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Adapun proyek yang ditinjau meliputi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Negeri Ransiki di Kampung Wariki-Abreso; terminal baru di Ransiki, Manokwari Selatan; Ruas Jalan Tahota-Isim-Umousi di perbatasan Manokwari Selatan-Teluk Bintuni; dan pagar pengaman jalan (guardrail) di kilometer 6, Teluk Bintuni.
Wakil Ketua Panja DPRPB Imam Muslih mengatakan, peninjauan sejumlah proyek di dua kabupaten tersebut merupakan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 Provinsi Papua Barat.
“Panja melakukan peninjauan di sejumlah proyek yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2025 Provinsi Papua Barat, sesuai dengan temuan BPK RI. Kami memastikan bahwa ada kegiatan di lapangan sesuai dengan temuan tersebut,” ungkap Imam, Selasa (21/7/2026).
Imam mengatakan, Panja membagi beberapa tim untuk melakukan peninjauan sejumlah proyek di beberapa kabupaten di Papua Barat. Hasil peninjauan akan dilaporkan kepada pimpinan dewan pada rapat internal.
Dalam peninjauan di lapangan, Imam menyoroti beberapa hal di lingkungan SLB Terpadu Ransiki, antara lain kondisi bangunan sekolah yang tidak terawat, kerusakan mebel, konstruksi gedung yang belum selesai dibangun, serta kualitas pekerjaan lapangan yang tidak optimal.
“Ada sejumlah hal menonjol yang kami lihat di SLB ini. Lokasi sekolah juga relatif jauh dari permukiman warga. Bangunan sekolah ini, kalau tidak terawat dengan baik, akan cepat rusak. Ini perlu perhatian,” ujar politisi PKS itu.
SLB Terpadu tersebut diketahui memiliki empat murid baru pada tahun ajaran 2026, sehingga total murid menjadi 12 orang. Adapun jumlah tenaga pengajar sebanyak delapan orang, ditambah empat orang tenaga kebersihan dan keamanan.
Masih di Kabupaten Manokwari Selatan, tim Panja juga menyoroti kondisi terminal baru. Meski belum difungsikan, alokasi anggaran untuk proyek ini disebut terus mengalir.
“Terminal yang sudah dibangun ini harus segera difungsikan supaya tidak rusak. Ada baiknya juga anggaran yang ada dialihkan untuk meningkatkan akses jalan atau fasilitas yang menjadi prioritas di dalam kota,” katanya.
Selanjutnya, tim Panja meninjau Ruas Jalan Tahota-Isim-Umousi sepanjang lebih dari 28 kilometer yang menghubungkan Manokwari Selatan hingga Distrik Merdey, Teluk Bintuni.
Proyek tersebut tercatat dalam paket perbaikan elevasi badan jalan Tahota-Isim-Umousi tahun 2025, dengan panjang penanganan urugan pilihan (urpil) sepanjang 1,4 kilometer. (red)





















