BALI,KLIKPAPUA.com– Kinerja kepemimpinan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., terus mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Berkat keberhasilan bersama jajaran perangkat daerah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efisien, dan inovatif, Bupati Yohanes Manibuy dinobatkan sebagai Pemimpin Daerah Terbaik dalam ajang Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026.
Penghargaan bergengsi ini dengan gelar lengkap “Best Regional Leader for Inclusive Industrial Resource Transformation and Social Equity” diserahkan di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Jumat (17/7/2026).
Penobatan ini menjadi pengakuan atas keunggulan pelayanan publik, pengelolaan keuangan yang kreatif, serta upaya nyata memajukan kebudayaan di daerah, menjadikan ia sosok pemimpin terbaik dari wilayah Timur Indonesia.
Mewakili Bupati Yohanis Manibuy, Plt. Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldi Kwando, S.STP., M.AP., menerima penghargaan tersebut dari penyelenggara Seven Media Asia.
Menurut tim penilai independen, Bupati Yohanis Manibuy lolos kurasi ketat karena dinilai berhasil membangun model hilirisasi industri yang inklusif — mampu menjembatani pertumbuhan sektor industri dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat dan warga lokal.
“Kepemimpinan yang inspiratif dan dedikasi luar biasa Bapak Bupati dalam mendorong transformasi sumber daya industri yang inklusif, menciptakan tata kelola ekonomi yang adil, serta berkomitmen nyata mewujudkan keadilan sosial demi kemajuan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat — inilah yang menjadi penilaian utama,” ungkap Rifaldi Kwando.
Proses penilaian dilakukan secara kualitatif berdasarkan kinerja dan kepemimpinan sepanjang tahun 2025, dengan standar tinggi mencakup tiga pilar utama: Overall Performance, Responsibility, dan Attractiveness.
Rifaldi Kwando menambahkan, penghargaan ini membuktikan bahwa kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy telah diakui kancah nasional sebagai sosok pemimpin muda visioner yang mampu bekerja inovatif, kolaboratif, dan harmonis dengan berbagai pihak demi mewujudkan keadilan sosial.
Prestasi nyata yang menjadi dasar penilaian meliputi:
– Hilirisasi industri padat karya & kemitraan wajib dengan UMKM lokal
– Penguatan ekonomi daerah & perlindungan masyarakat adat
– Redistribusi dana bagi hasil ke kampung & program afirmasi pemuda
– Pembukaan konektivitas & peningkatan layanan kesehatan
– Pembangunan Center of Excellence untuk vokasi industri
– Peningkatan fasilitas dasar di kampung pedalaman dan pesisir
Dampak nyata kebijakan ini terlihat jelas:
– Angka melek huruf meningkat menjadi 98,44% pada tahun 2025
– Angka kemiskinan turun drastis dari 29,79% (2024) menjadi 25,34% (2025)
– Infrastruktur pendidikan menjangkau seluruh wilayah distrik.
Penghargaan IPSEA 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan industri di Teluk Bintuni tidak hanya berorientasi pada angka ekonomi, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak langsung dan berkeadilan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat.(rls/red)
Apakah ingin saya sesuaikan lagi nadanya agar lebih formal untuk siaran pers resmi?





















