MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Aksi unjuk rasa pencari kerja (pencaker) di Manokwari berujung ricuh. Sejumlah kaca gedung Kantor Bupati Manokwari pecah setelah dihantam lemparan batu dari sebagian massa, Selasa (2/6/2026).
Kepala Bagian Operasional Polresta Manokwari, Kompol Wisnu Prasetyo, mengatakan aksi bermula dari pemalangan Jalan Esau Sesa sejak pukul 07.00 WIT.
Pemalangan itu sempat melumpuhkan aktivitas warga dan memutus akses ke kawasan pemerintahan Kabupaten Manokwari.
Aparat kepolisian melakukan negosiasi persuasif hingga blokade di Jalan Esau Sesa berhasil dibuka. Namun, massa kemudian bergeser dan kembali memblokir ruas jalan yang langsung menuju Kantor Bupati Manokwari.
Ketika aparat berupaya membuka blokade kedua, sebagian massa menggunakan sepeda motor menerobos masuk ke area kantor dan melakukan perusakan.
“Saat kami fokus membuka jalan, beberapa oknum massa bergerak cepat menggunakan motor langsung menuju kantor bupati dan melakukan perusakan di sana,” kata Kompol Wisnu di lokasi kejadian.
Personel Brimob Polda Papua Barat dikerahkan membantu mengamankan situasi dan mengarahkan massa ke titik yang telah ditetapkan untuk menyampaikan aspirasi. Meski demikian, aksi pelemparan batu ke arah gedung utama tidak dapat dicegah.
“Ada aksi pelemparan batu ke arah kantor, yang mengakibatkan beberapa kaca bangunan pecah,” ujar Kompol Wisnu.
Aksi pencaker ini dipicu kekecewaan atas janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari terkait penambahan kuota Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai belum terealisasi.
Koordinator Lapangan, Oktofilus Renggo, menyebut para pencaker merasa terus diberi janji tanpa kepastian sejak 2024.
“Kami turun ke jalan karena sejak tahun 2024 lalu kami sudah melakukan aksi damai, bahkan sampai palang jalan di Kantor BKD hingga Kantor Bupati, tapi sampai sekarang belum ada proses penyelesaian. Hari ini kami turun lagi karena kami merasa ditipu,” kata Oktofilus.
Hingga berita ini diturunkan, personel Polresta Manokwari dan Brimob Polda Papua Barat masih berjaga di sekitar Kantor Bupati Manokwari untuk mengantisipasi perkembangan situasi lebih lanjut. (mel)





















