
JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya pengendalian penggunaan ruang digital bagi anak untuk mencegah risiko nyata seperti penipuan hingga paparan konten berbahaya.
“Kalau lima jam habis di layar, kapan waktunya belajar dan berprestasi?” kata Meutya di hadapan siswa dalam kegiatan KUPAS (Kumpul TUNAS) di SMPN 1 Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah memberlakukan langkah tegas dalam melindungi anak di ruang digital.
Akses ke platform berisiko ditunda agar anak tumbuh fokus, aman, dan siap menghadapi dunia digital di waktu yang tepat. Meutya pun menyoroti masih tingginya durasi penggunaan media sosial di kalangan anak, yang bisa mencapai lebih dari lima jam per hari.
Menurutnya, kondisi ini akan mengganggu fokus belajar serta perkembangan karakter anak.
“Adik-adik harus menurunkan screentime-nya, ini untuk masa depan semua. Saatnya adik-adik sibuk mencari prestasi, ikut organisasi, ikut olahraga, sibuk bersosialisasi dengan teman-teman dan guru,” ujar Meutya.
Dalam dialog interaktif, sejumlah siswa berbagi pengalaman langsung terkait risiko digital. Salah satunya adalah kasus penipuan dalam transaksi akun gim yang dialami seorang siswa. Ada pula cerita mengenai paparan konten tidak pantas dari nomor tak dikenal yang dikirim melalui pesan instan.
Meutya menegaskan pengalaman-pengalaman tersebut merupakan gambaran nyata ancaman yang dihadapi anak-anak di ruang digital saat ini. Indonesia menghadapi tantangan serius, termasuk tingginya angka kekerasan seksual berbasis daring yang menempatkan pelindungan anak sebagai prioritas mendesak.
“Kasus-kasus ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah meminta platform untuk menunda akses anak untuk membuat akun ke media sosial sampai usia 16 tahun. Kita harapkan kalian bisa mengerti bahwa Presiden, Komdigi dan DPR akan mengawasi pelaksanaan aturan ini untuk kebaikan generasi dan tunas bangsa ke depan,” ucapnya.




















