DKP Papua Barat Dorong Perbaikan Cold Storage, Bidik PAD Rp5 Miliar

0
Prof. Dr. Origenes Ijie, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Barat mendorong perbaikan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp5 miliar dalam dua tahun ke depan.

Kepala DKP Papua Barat, Prof. Dr. Origenes Ijie, mengatakan hingga saat ini usulan anggaran untuk perbaikan fasilitas tersebut belum terealisasi, meski telah diajukan kepada Badan Keuangan Daerah Papua Barat.

“Kalau diberikan dukungan anggaran sekitar Rp5 miliar, tahun ini dan tahun depan seluruh fasilitas bisa kita benahi. Pertengahan tahun depan Papua Barat sudah siap panen hasilnya,” ujar Prof Origenes di Manokwari, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini kontribusi PAD dari sektor kelautan dan perikanan masih terbatas. Sejak DKP Papua Barat terbentuk, PAD hanya berkisar Rp200 juta. Namun dalam waktu singkat, angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp600 juta.

Menurutnya, capaian itu baru berasal dari dua unit cold storage yang beroperasi di Kabupaten Fakfak. Sementara satu unit lainnya masih dalam kondisi rusak dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“PAD Rp600 juta itu baru dari Fakfak. Kalau tiga unit cold storage berfungsi maksimal, kontribusinya bisa mencapai Rp1 miliar per tahun dari daerah itu saja,” jelasnya.

Origenes menambahkan, potensi peningkatan PAD masih terbuka lebar jika fasilitas serupa di daerah lain seperti Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, dan Teluk Bintuni juga dapat dioptimalkan.

Ia menegaskan, perbaikan sarana dan prasarana menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan, sekaligus mendorong kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Kalau ada dukungan penuh, kami optimistis dalam dua tahun ke depan PAD dari cold storage saja bisa mencapai Rp5 miliar,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi anggaran, agar potensi sektor kelautan dan perikanan dapat dimaksimalkan sebagai salah satu sumber utama PAD Papua Barat. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses