MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat mendorong penanganan humanis terhadap pelaku pencurian patung kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Barat, Amin Ngabalin, menyatakan peristiwa tersebut merupakan kejadian yang memalukan dan harus menjadi perhatian bersama.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi Papua Barat, Rabu (15/4/2026), di Aston Niu Manokwari.
“Pencurian patung kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat sangat memalukan dan ini mengindikasikan kita gagal. Ini harus jadi perhatian khusus kita semua. Mereka melakukan hal itu pasti karena tuntutan ekonomi,” ujar Amin.
Ia meminta Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, agar mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani terduga pelaku yang telah diamankan oleh pihak kepolisian.
“Saya minta dengan hormat, tolong gunakan pendekatan humanis, tidak semata-mata dengan penegakan hukum,” ucapnya.
Menurut Amin, pendekatan tersebut penting untuk melihat akar persoalan sosial dan ekonomi yang diduga menjadi latar belakang terjadinya tindak pidana tersebut.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (dra)





















