MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Umat Katolik di Manokwari mengikuti ibadah Jumat Agung dengan khusyuk di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng, Jumat (3/4/2026), untuk memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota.
Rangkaian ibadah dimulai pukul 15.00 WIT dan berlangsung lancar. Gereja dipadati jemaat yang datang untuk beribadah.
Pater Philipus Sedik, OSA, dalam khotbahnya menyampaikan bahwa perayaan Jumat Agung terdiri atas tiga bagian utama, yakni liturgi Sabda atau Firman Tuhan, penghormatan atau penciuman salib, serta komuni.
Ia menjelaskan, makna Jumat Agung tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Minggu Palma, ketika Yesus memasuki Kota Yerusalem dan disambut dengan sorak-sorai penuh sukacita oleh masyarakat.
Namun, lanjutnya, orang-orang yang sama kemudian berubah dan berseru, “Salibkan Dia, salibkan Dia.”
Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi refleksi bagi kehidupan manusia yang kerap berubah dan mudah mengikuti suasana hati.
Menurutnya, ketika menerima berkat, manusia bersukacita dan memuji Tuhan. Namun, saat menghadapi kesulitan dan tantangan, manusia cenderung menyalahkan Tuhan karena merasa tidak ditolong atau doanya tidak dijawab.
Ia menegaskan bahwa manusia sering kali tidak mampu bertahan dalam kebaikan dan kebenaran, serta lebih mudah mengikuti keinginan pribadi yang tampak lebih menarik.
“Manusia mudah tergoda dan jatuh dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tema Paskah tahun ini diambil dari Injil Matius 5:16, yakni agar setiap orang melihat perbuatan baik dan memuliakan Bapa di surga.
Oleh karena itu, umat diajak untuk tetap setia melakukan kebaikan dan hidup dalam kebenaran sebagai wujud iman kepada Tuhan.
Dalam pesannya, ia juga mengajak umat untuk tetap setia memikul salib kehidupan meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti sakit, pergulatan hidup, maupun tanggung jawab perutusan.
“Semoga setiap kita yang sedang memikul salib yang berat tidak tergoda untuk melepaskannya, sebab Tuhan sendiri turut memikul salib kita,” tuturnya.
Ia pun mengajak umat untuk terus berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan iman sebagai anak-anakNya.
Ibadah berlangsung tertib dan lancar, didukung pengamanan dari pihak kepolisian yang turut membantu pengaturan lalu lintas di sekitar gereja. (mel)





















