PW WIA Papua Barat Gelar Manasik Haji Cilik di Manokwari, Diikuti 354 Anak TK

0
Peserta Manasik Haji Cilik di Manokwari mengikuti simulasi Tawaf yang diselenggarakan oleh PW WIA Papua Barat. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pengurus Wilayah Wanita Islam Alkhairaat (PW WIA) Papua Barat menggelar kegiatan Manasik Haji Cilik tingkat Kabupaten Manokwari di Masjid Al-Falah, AMD Wosi, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan siswa taman kanak-kanak (TK) di Manokwari.

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, didampingi Ketua PW WIA Papua Barat Hj. Ramni Nento. Turut hadir Plt Ketua MUI Papua Barat, para pengurus PW WIA, serta orang tua peserta.

Mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Berhaji Sejak Dini,” manasik haji cilik diikuti 354 anak yang terbagi dalam 14 kelompok.

Para peserta tampil kompak mengenakan busana serba putih, menciptakan suasana religius sekaligus penuh keceriaan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui simulasi, mulai dari niat, penggunaan kain ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i, hingga melempar jumrah. Metode pembelajaran dirancang menyenangkan agar mudah dipahami peserta usia dini.

Ketua PW WIA Papua Barat, Hj. Ramni Nento, mengatakan kegiatan manasik haji cilik merupakan program tahunan organisasi yang telah dilaksanakan untuk keempat kalinya. Program ini bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak dini.

“Ini merupakan simulasi agar anak-anak mengenal Ka’bah, sa’i, dan melempar jumrah dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman praktik ibadah haji, tetapi juga menanamkan adab, kecintaan terhadap agama, serta membentuk karakter religius sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan nilai keagamaan pada masa kanak-kanak ibarat ukiran di atas batu yang akan membekas hingga dewasa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tumbuh religius dan berakhlakul karimah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, menyampaikan bahwa melalui manasik haji cilik, anak-anak diperkenalkan doa-doa penting serta urutan pelaksanaan ibadah haji, mulai dari niat hingga tahapan simbolis lainnya.

Menurutnya, metode simulasi sangat efektif diterapkan pada anak usia dini untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Dengan pengenalan sejak awal, diharapkan anak-anak memahami makna ibadah haji dan tumbuh kesadaran untuk melaksanakannya kelak ketika telah mampu. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses