Tangani KLB Campak, Distrik Manokwari Timur Targetkan 95 Persen Anak Diimunisasi

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari menggelar sosialisasi pelaksanaan imunisasi rutin dalam penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) campak di sekretariat PKK Distrik Manokwari Timur, Selasa (29/9/2026).

Imunisasi tambahan atau outbreak response immunization (ORI) campak-rubela dijadwalkan berlangsung pada 5–17 Oktober 2026.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Distrik Manokwari Timur, Sebrang Gerard Wabia, mengatakan, pihaknya menyambut baik program tersebut. Menurut dia, Manokwari Timur berada di posisi ketiga dalam tingkat kerawanan campak.

“Ini menandakan bahwa tingkat kerawanan atau gejala campak di wilayah kami cukup tinggi,” ujarnya seusai sosialisasi.

Sebrang menyatakan, Distrik Manokwari Timur menargetkan cakupan imunisasi yang tinggi.

“Kami target di wilayah Distrik Manokwari Timur 95 persen anak harus diimunisasi,” kata Sebrang.

Ia berharap masyarakat menerima program itu agar anak-anak terbebas dari campak. Sebrang mengakui masih ada orang tua yang menolak imunisasi dan berkomitmen terus meyakinkan mereka.

“Ini tindakan penyelamatan. Kami akan terus menyampaikan manfaat imunisasi ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Manokwari Timur, Anna Erlina Padwa, membenarkan bahwa sebagian warga di wilayahnya masih menolak ORI campak.

Pihaknya akan memperbaiki sosialisasi dan melakukan pendekatan agar warga memahami manfaat imunisasi.

“Kami yakin dengan banyaknya informasi serta pendampingan dari pemerintah distrik hingga kepala kampung, masyarakat bisa memahami dan mau diimunisasi ORI campak,” kata Anna.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hingga minggu ke-36 tahun 2026, Dinkes Kabupaten Manokwari mencatat 70 suspek campak di delapan wilayah kerja puskesmas.

Tiga kasus di antaranya terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium, masing-masing dari wilayah Wosi, Sanggeng, dan Pasir Putih.

Sebanyak 47 kasus (67 persen) terjadi pada balita, dan 49 kasus (70 persen) tidak memiliki bukti riwayat imunisasi. Sebanyak 34 penderita (49 persen) sempat dirawat di rumah sakit. Hingga data itu disampaikan, tidak ada laporan kematian.

Cakupan imunisasi measles-rubella (MR) dosis pertama di Manokwari baru sekitar 46,1 persen. Diperkirakan 2.059 anak belum mendapat perlindungan imunisasi secara optimal.

Dinkes telah menggelar rapat koordinasi pada 18 September 2026, melaporkan perkembangan kasus kepada Bupati Manokwari pada 22 September, dan menyusun micro planning bersama puskesmas.

Sebanyak 11 puskesmas dilibatkan dalam koordinasi percepatan penanggulangan KLB.

ORI menyasar anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun dengan target cakupan minimal 95 persen. Imunisasi diberikan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya untuk memutus rantai penularan di tengah KLB. Jika target belum tercapai, petugas akan melakukan sweeping untuk menjangkau anak yang belum diimunisasi.

Pelaksanaan ORI melibatkan puskesmas, sekolah, pemerintah distrik dan kelurahan, RT/RW, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses