MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, meninjau program revitalisasi sekolah di SMK Negeri 4 Manokwari, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/10/2026).
Dalam kunjungan itu, ia juga menyerap keluhan guru tentang status kepegawaian dan terhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Senator asal Papua Barat itu disambut Kepala SMK Negeri 4 Manokwari, para guru, dan siswa-siswi dengan tarian adat suku Arfak.
Sebelum meninjau lokasi revitalisasi, Filep mendengarkan keluhan para guru, mulai dari persoalan guru honorer hingga harapan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
“Guru PPPK di sekolah kami akan berakhir pada Mei 2027, kalau bisa, Pak, mereka ini diangkat menjadi PNS,” ujar salah seorang guru.
Kepala SMK Negeri 4 Manokwari, Maria Magdalena Soewisnayni, menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan sarana dan prasarana, seperti renovasi lapangan upacara dan lapangan basket.
Ia juga melaporkan bahwa kualitas MBG di sekolah itu kurang baik dan program tersebut sudah tiga bulan tidak dilayani.
Kepada wartawan, Maria mengatakan program revitalisasi sangat membantu sekolahnya.
“Dengan adanya program revitalisasi ini tentu sangat bermanfaat bagi sekolah, karena ruangannya bagus, siswa bisa belajar dengan baik, begitu juga dengan toiletnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ruangan yang direvitalisasi meliputi ruang teknik komputer dan jaringan serta tiga ruang kelas. Selain itu, sekolah merehabilitasi toilet dan membangun lima toilet baru.
Menurut Maria, pekerjaan dimulai pada 15 Oktober 2026 dan laporan akhir dijadwalkan pada 15 Desember 2026. “Semoga sebelum 15 Desember sudah selesai,” katanya.
Senator Filep menilai revitalisasi di SMK Negeri 4 Manokwari berjalan baik. Ia menyebut program ini menjawab persoalan sekolah yang kondisi gedungnya belum memadai.
“Kita berharap program ini menjadi atensi khusus bagi pemerintah daerah. Pihak sekolah memastikan pekerjaan ini tuntas 100 persen dan dapat digunakan,” ujarnya.
Filep menilai SMK Negeri 4 Manokwari memiliki kompetensi yang luar biasa dan unggul di bidang teknologi visual serta teknologi lainnya.
Menurut dia, sekolah ini patut menjadi prioritas karena visinya melahirkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja, sehingga perlu didukung laboratorium yang memadai.
Dalam kesempatan itu, Filep menyoroti sejumlah persoalan mendasar penyelenggaraan pendidikan di Papua Barat.
Persoalan tersebut mencakup ketidakpastian masa depan guru PPPK, rendahnya kesejahteraan guru honorer, kendala fasilitas pendidikan, dan terhentinya MBG selama sekitar tiga bulan di SMK Negeri 4 Manokwari.
Filep menegaskan bahwa persoalan pendidikan berkaitan dengan ketepatan perencanaan, distribusi anggaran, dan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu memastikan alokasi anggaran pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan setiap satuan pendidikan. (dra)





















