Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari Protes Tak Kunjung Diwisudah

0
1306
Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari demo di halaman kampus mereka, Selasa siang.

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM—Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari menggelar aksi demo di halaman kampus mereka di Arfai, Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIT.

Mereka memprotes pihak kampus yang dianggap lalai dan tidak memberikan kepastian kapan mereka diwisudah.

Selain berorasi secara bergantian di depan kampus, mereka juga membakar ban bekas. Mereka kecewa lantaran hingga bulan Agustus 2019, tak kunjung diwisudah. Padahal mereka telah diyudisium pada 18 Mei 2019 lalu.

Hari ini adalah aksi lanjutan, dimana pada Kamis, 9 Agustus lalu, seluruh ruang perkuliahan telah disegel. Saat itu tidak ada satupun pihak kampus yang menemui mereka.

Moses Dowansiba, ketua aksi menyatakan langkah yang mereka lakukan hanya untuk menuntut hak, agar bulan Agustus ini mereka bisa segera di wisudah. “Supaya kami bisa ikut tes CPNS,karena kemarin pada penerimaan bulan Maret 2019 kami tidak bisa ikut, karena kendala pada ijazah. Masa penerima Oktober besok kami tidak bisa ikut lagi. Sama hal kampus membunuh masa depan kami,” tegasnya.

Mahasiswa lainnya, Khairudin mengaku sudah empat kali bertemu pihak kampus, tapi tetap saja tidak ada kepastian kapan diwisudah.

Dalam aksi ini, mahasiswa sempat diterima oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Nurul Abidin, S.Si.M.Pd. Namun mereka menolak, mereka hanya ingin bertemu ketua STKIP.

Hingga pukul 12.00 WIT ketua STKIP belum juga datang. Aksi sempat memanas, bahkan mahasiswa sempat melempar kursi hingga patah. Beruntung pukul 13.00 WIT Ketua STKIP Muhammadiyah di damping Wakil Ketua 1 datang menemui mereka.

Ketua STKIP Muhammadiyah, Hawa Hasan S. Sos. M.PD (tengah) di hadapan mahasiswa.

Dihadapan mahasiswa, Ketua STKIP Muhammadiyah, Hawa Hasan S. Sos. M.PD berjanji akan menggelar wisudah pada 31 Agustus 2019. Mahasiswa dan pihak kampus akhirnya bersepakat, dengan membuat surat perjanjian bersama.

Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Manokwari, M. Iskandar Arey mengatakan, masalah tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus, agar kasus seperti itu tidak terulang kembali. “Karena kalau kasus seperti ini tidak diselesaikan secepatnya, dikhawatirkan akan merembes ke adik-adik tingkat,” katanya. (red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.