FORHATI Papua Barat Bekali Organisasi Wanita Keterampilan Pemanfaatan Media Massa, Ketua PWI Hadir

0
Peserta pelatihan "Pemanfaatan Media Massa untuk Organisasi Wanita di Provinsi Papua Barat" bersama Koordinator Presidium FORHATI Papua Barat, Umi Riantiny dan Ketua PWI Papua Barat, Bustam usai pembukaan. (Foto: FORHATI Papua Barat)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Papua Barat menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Media Massa untuk Organisasi Wanita di Provinsi Papua Barat”, Sabtu (7/11/2026) di Cafe Moody, Manokwari.
Kegiatan yang menghadirkan Ketua PWI Papua Barat, Bustam, diikuti perwakilan 26 organisasi wanita tingkat Papua Barat. Pelatihan ini dilatarbelakangi kesadaran bahwa selama ini banyak cerita tentang perempuan yang disampaikan oleh pihak lain, bukan oleh perempuan itu sendiri.
Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan membekali para peserta agar mampu menyuarakan aspirasi, program, dan kiprah organisasi mereka secara mandiri melalui media massa.
Koordinator Presidium FORHATI Papua Barat, Umi Riantiny menyampaikan, media bukan sekadar alat publikasi, melainkan ruang memperjuangkan gagasan, memperkuat eksistensi organisasi, dan meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Koordinator Presidium FORHATI Papua Barat,Umi Riantiny saat memberikan sambutan, sebelum membuka kegiatan tersebut.
“Perempuan hari ini tidak cukup hanya menjadi penggerak perubahan, tetapi juga harus mampu menyuarakan perubahan, membangun narasi dan menyebarkan inspirasi melalui media massa,” ujarnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keberanian dan kecerdasan memanfaatkan media secara positif, profesional, dan bertanggung jawab. Organisasi wanita tidak hanya harus aktif melaksanakan program, tetapi juga mampu menyampaikan karya dan dampak yang telah dihasilkan kepada masyarakat luas.
FORHATI Papua Barat juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Ketua PWI Papua Barat, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.
Dengan dibukanya pelatihan ini, FORHATI menargetkan agar organisasi‑organisasi wanita di wilayah Papua Barat semakin mahir menyuarakan program pemberdayaan perempuan, sehingga peran perempuan semakin terlihat dan diakui di ruang publik. “Perempuan cerdas bukan sekadar dikenal orang, tetapi mampu membuat perubahan yang bermanfaat bagi banyak orang,” tambah Umi.
Dalam sesi materi, Ketua PWI Papua Barat, Bustam memperkenalkan beragam jenis media yang dapat dimanfaatkan, mulai dari media cetak, radio, televisi, media online, hingga media sosial.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam saat menyampaikan materi.
Peserta juga diajarkan rumus 5W+1H dalam menyusun berita yang sederhana, jelas, dan santun, lengkap dengan contoh langsung yang bisa langsung dipraktikkan. Tak hanya itu, para peserta dibekali cara membangun hubungan yang baik dengan awak media,  menyapa, mengirim informasi tepat waktu, hingga mengucapkan terima kasih setelah berita dimuat. “Media lokal di Papua Barat sangat terbuka. Wartawan lokal justru menantikan informasi dari kita,” tambah Bustam.
Berbagai tantangan seperti keterbatasan akses internet, ketakutan salah menyampaikan informasi, hingga berita yang tidak kunjung dimuat juga dibahas bersama, lengkap dengan solusi praktis yang bisa diterapkan.
Peserta diminta membentuk tim penghubung ke media, menyusun daftar kontak media, rutin mengirimkan berita kegiatan, serta memanfaatkan media sosial untuk membagi cerita kebaikan organisasi mereka.
“Media massa adalah jendela. Melaluinya, cerita tentang perempuan Papua Barat yang tangguh, yang peduli keluarga dan membangun daerah, akan terlihat oleh banyak orang. Mari kita gunakan media dengan bijak, jujur, dan bertanggung jawab untuk perempuan, untuk keluarga, untuk Papua Barat yang lebih baik,” tutur Bustam.

Pelatihan ini berlangsung dari pagi hingga siang hari, dengan isi materi tentang pengelolaan informasi, penyusunan berita, dan cara membangun hubungan baik dengan awak media lokal. Antusiasme peserta cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi dibuka.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses