Disparekraf Manokwari Gelar Rakor Perkuat Keamanan Wisatawan

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekraf) Kabupaten Manokwari menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan wisatawan, Kamis (29/10/2026).

Rapat ini digelar menyusul penganiayaan terhadap seorang wisatawan asal Belanda di kawasan Amban oleh sejumlah mahasiswa beberapa waktu lalu.

Kepala Disparekraf Manokwari Imanuel H. Pangaribuan mengatakan, peristiwa itu ramai dibicarakan di media sosial dan menarik perhatian Kementerian Pariwisata. Pihaknya telah menyampaikan klarifikasi kepada kementerian tersebut.

“Kejadian yang kurang nyaman dialami oleh warga negara asing di Kabupaten Manokwari ini cepat menyebar lewat media sosial dan menjadi viral,” ujarnya usai memimpin rapat.

Imanuel mengapresiasi pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan pihak universitas yang mendampingi korban, mulai dari perawatan di rumah sakit hingga proses hukum di kepolisian. Korban dilaporkan telah kembali ke Jayapura dalam keadaan selamat.

Rapat tersebut difokuskan kepada pelaku usaha wisata, seperti agen perjalanan dan HPI, untuk merumuskan langkah mitigasi. Peserta mengidentifikasi celah keamanan dan menyusun rencana aksi perlindungan wisatawan.

Polisi yang hadir menjelaskan prosedur pelaporan, standar respons awal, dan penanganan gangguan keamanan di objek wisata.

Imanuel menyebut insiden itu bersifat situasional karena pelaku berada dalam pengaruh minuman keras. Ia memastikan kondisi keamanan di Manokwari secara umum tetap kondusif.

“Pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras. Jadi, secara normal Kabupaten Manokwari pada dasarnya masih aman dan nyaman untuk dikunjungi,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Disparekraf bersama kepolisian, asosiasi pelaku perjalanan, HPI, dan organisasi perangkat daerah terkait akan memetakan objek wisata di Manokwari yang rawan gangguan keamanan.

“Hasil pertemuan hari ini, kita menyusun langkah-langkah penanganan orang asing serta pengamanan di objek wisata, termasuk melakukan pemetaan objek wisata yang rawan. Tujuannya agar kita dapat menyatakan kepada dunia luar bahwa Manokwari tetap aman untuk berwisata,” kata Imanuel. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses