Atlit Tembak Reaksi IPSC asal Manokwari Lolos ke PON Papua 2020

0
398
Kategori greed A Juara 1 khalil Gibran (Indonesia), juara 2. Majdi Saari (Malaysia) dan juara 3. Rahmat (Indonesia). (Dok Pribadi/Klikpapua.com)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM— Dua atlit tembak reaksi, Hasan Manggalatu dan atlit muda Khalil Gibran Harahap asal Manokwari lolos ke PON Papua 2020, setelah memenuhi kualifikasi dengan menjuarai beberapa iven nasional dan internasional yang dilaksanakan PB.Perbakin di berbagai daerah.

Atlit tembak reaksi yang akan berlaga pada PON harus dapat memenuhi kualifikasi dan telah sertifikasi serta harus mampu menjuarai iven nasional sebanyak tiga kali iven, minimal level 2 kejurnas atau level 3 internasional, sebagai juara 1, 2 atau 3.

Sementara cabor tembak reaksi pada PON 2020 Papua hanya dipertandingkan satu kelas yakni kategori production. Untuk kelas kategori Open dan Standart belum ada informasi pasti dari PB.Perbakin, menunggu kesiapan panitia PON Papua.

Khalil Gibran lolos ke PON Papua setelah menoreh prestasi yang sangat baik di kelas kategori production, dengan menjuarai beberapa iven kejuaraan tembak reaksi, di antaranya; Kejurnas Perbakin Unniversary 2019, juara 1 Junior dan Gred A (level II),

Kejurnas ADJ Extrime Kalimantan Timur 2019, sebagai juara 1 Junior dan Gred A (level II) sekaligus rangking 2 overhall keseluruhan kategori class production, Kejuaraan Internasional Commissioner of Bali Police 2019 juara 1 Junior dan Gred A (level III). Sekaligus sebagai rangking 7 Asia.

Khususnya Iven Internasional Commissioner Of Bali Police IPSC 2019, yang berlangsung pada 21-23 Agustus lalu di lapangan Tembak Pecatu Polda Bali, dan diikuti 223 atlit dari 11 negara Asia dan Eropa, di antaranya, Philipines, Malaisya, Australia dan Thailand, Amerika dan Italia.

Sebagai pendatang baru dalam olahraga tembak reaksi IPSC, Khalil Gibran yang baru berusia 16 tahun turun dengan menggunakan pistol type CZ Shadow 2 calliber 9 mm buatan negara Check Republik. Ia  mampu memberikan kejutan diluar dugaan kepada para peserta lainnya.

Dengan mengandalkan kecepatan berlari sambil menembak Khalil Gibran keluar sebagai juara 1 greed A dan juara 1 kategori penembak junior. Prestasi ini menempatkan Khalil Gibran berada pada urutan 7 di jajaran atlit tembak reaksi Asia, khususnya pada kelas pistol production dalam iven tersebut.

Pelatih Teguh Adiyanto mengatakan, iven level III ini peserta bertaruh waktu dan perkenaan di sejumlah 24 stage yang telah disiapkan panitia. Khalil Gibran sendiri bermain dihari pertama untuk 12 stage. Ia sempat kurang percaya diri, sehingga dia bermain tidak begitu lepas seperti biasanya. Hal ini menurut Teguh, lebih disebabkan karena banyaknya shooter (penembak) asal luar negeri yang hadir, sedangkan Khalil Gibran yang masih kategori junior dimainkan bersama para shooter yang sudah kategori master dan senior dalam satu squad.

“Tentunya anak seusia dia pasti mengalami tekanan mental, namun dihari kedua untuk 12 stage dia mampu bangkit menjelma seperti Kasuari yang sedang mengamuk, sehingga selalu mendapat aplous di setiap stage dari penonton maupun peserta lainnya. Jika seandainya dia tampil dihari pertama seperti pada hari kedua tidak mustahil dia bisa saja menjadi saingan shooter Indizio Davide dari Italia yang keluar sebagai juara 1 untuk overall production,” kata Teguh Adiyanto.

Helez G. Waimuri yang merupakan pelatih fisik, sekaligus sebagai pengurus klub kasuari Indonesia shooting range Manokwari mengatakan, persiapan Khalil Gibran untuk ivent IPSC internasional Bali ini hanya melakukan persiapan fisik selama kurang lebih dua minggu lebih, karena Khalil Gibran sendiri baru saja kembali dari kejurnas ADJ Extrime Kalimantan Timur 2019 sebagai juara 2 overall production. Setelah itu menuju Makassar untuk memantapkan bidikan dan strategi bersama pelatih Teguh Adiyanto di lapangan tembak Palawa Range Polda Sulsel selama tiga hari. “Hal ini kami lakukan karena di Manokwari belum ada perlengkapan dan sarana lapangan tembak, khususnya untuk tembak reaksi senjata api (IPSC),” katanya.

Khalil Gibran menerima medali saat juara 1 greed A, sekaligus sebagai juara 1 kategori
penembak junior (Kejurnas ADJ Extrime Kaltim 2019). (Dok.Pribadi)

Sementara itu, Wakil Ketua Klub Kasuari Indonesia Shooting Range (kasrin), Andi Sirajiddin mengatakan, Khalil Gibran sudah memiliki sertifikasi IPSC dan AAIPSC dan sekarang sudah berstatus sebagai atlit nasional, maka hal ini sangat diminati oleh beberapa pengprov perbakin, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kaltim, Papua dan Sulsel untuk dapat memperkuat squad tim tembak reaksi daerah dalam rangka menuju PON 2020 Papua nanti.

Sebagai pendatang baru dalam cabor tembak reaksi di Indonesia Khalil Gibran yang sudah menciptakan prestasi bukan hanya secara nasional, tapi internasional, karena mampu menjuarai iven tembak reaksi level III yang di ikuti oleh atlit-atlit dari berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa. “Apalagi dengan usia yang masih sangat muda. Khalil Gibran ini merupakan salah satu potensi bibit atlit yang harus dibina kedepan agar dapat menjadi motifasi untuk menciptakan penembak reaksi muda lainnya di tanah Papua Barat,” kata Andi Sirajiddin.

“Karena dalam pengamatan kami selama ini pembinaan olahraga khususnya pada program cabor tembak reaksi di Papua Barat sama sekali tidak berjalan baik mulai dari proses pembinaan maupun keikutsertaan atlit dalam iven skala nasional dalam rangka untuk menambah jam terbang dan mental bertanding, malah selama ini dibiayai dari dana pribadi klub saja, jika pengurus terkait tidak serius maka kita akan kehilangan atlit yang berpotensi dapat membawa harum nama daerah dalam iven PON Papua 2020 nanti, hal ini bukan hanya terhadap Khalil Gibran saja tetapi bagi para atlit dicabang olah raga lain khususnya yang ada di Papua Barat,” katanya menambahkan.

Khalil Gibran ketika dihubungi mengatakan tidak ingin berbicara banyak soal persiapan PON Papua, karena belum ada informasi kepastian program pelatda dari Pengprov Papua Barat, yang ada hanya persiapan keikutsertaan dalam kejurnas Sintong Panjaitan Shooting Championship 2019 pada 22-29 September 2019 bersama sama dengan atlit cabang menembak lainnya.

“Mungkin karena terbatasnya sarana tembak reaksi di Manokwari jadi belum ada program jadi setelah selesai Kejurnas Sintong Panjaitan, selanjutnya saya ingin fokus diprogram persiapan pelatnas Asia-Autralia Open 2019 bulan Oktober. Karena kejuaraan ini merupakan kejuaraan pertamanya saya bermain membawa nama negara Indonesia bertanding di negara luar, tentu membutuhkan persiapan yang cukup intensif nantinya,” kata Khalil Gibran, yang tercatat sebagai siswa SMAN 2 Manokwari ini.

Direktur Umum IPSC Pusat, sekaligus manager tim IPSC Garuda Indonesia, Bambang Trihatmodjo sangat bangga atas hadirnya Khalil Gibran asal Manokwari, Papua Barat, guna mengisi formasi squad tim tembak reaksi Garuda Indonesia dalam class production menuju Asia-Australia Open 2019 yang akan berlangsung di Batangas City Philippines pada November 2019 mendatang. Gibran merupakan salah satu potensi atlit muda tembak reaksi dari ujung timur Indonesia yang memiliki bakat yang luar biasa, berkarakter kecepatan yang tidak dimiliki oleh para penembak lainnya.

“Ini adalah salah satu bibit atlit muda yang kita cari untuk dibina agar kedepannya nanti dapat mengharumkan Tim Garuda Indonesia dikancah olahraga tembak reaksi IPSC internasional. Untuk itu dalam pelatnas nanti direncanakan Khalil Gibran akan diperkenalkan dengan salah satu produk senjata apiterbaru asal negara Italia yaitu Arsenal Arm yang baru masuk ke Indonesia,” terangnya. (aef/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.