11 Anak Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis dari Kodam XVIII/Kasuari

0
104
Pangdam VXIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyapa anak-anak yang mengikuti operasi bibir sumbing di Rumah Sakit dr.Azhar Sahir (RSAL Manokwari), Selasa (15/12/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI, KLIKPAPUA.com– Dalam rangka memperingati  HUT ke -4 Kodam VXIII/ Kasuari yang jatuh pada 19 Desember 2020 dilaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pembagian sembako, donor darah,  pemeriksaan rapid test gratis, pemasangan jaringan wifi gratis di wilayah kampus Unipa dan operasi bibir sumbing untuk 11 orang anak-anak yang terdapat di Kabupaten Sorong, Fakfak dan Kabupaten Manokwari.
Pantauan klikpapua.com  Pangdam  VXIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa melihat secara langsung kegiatan operasi bibir sumbing,  dam berbincang-bincang dengan anak-anak yang akan melakukan operas bibir sumbing. “Kami beserta seluruh prajurit yang berdinas di Papua Barat ini mencoba membuat program bulan kasih yang mana kita sebagai anak bangsa memiliki rasa saling mengasihi,  saling mencintai dan saling peduli untuk sesama,  namun yang paling penting bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, karena kita tau bersama bahwa Papua ini rawan konflik, ” ujar Mayjen TNI I Nyoman  Cantiasa usai melihat secara langsung berjalannya operasi yang di lakukan di Rumah Sakit dr.Azhar Sahir RSAL Manokwari,  Selasa (15/12/2020).
Pangdam menyampaikan bakti sosial hari ini terfokus untuk melakukan operasi bibir sumbing. Sebelumnya Kodam mencari pasien untuk diobati dan ternyata ada 11 orang di wilayah Papua Barat, 3 di Sorong Fakfak dan 8 di Kabupaten  Manokwari. “Puji Tuhan, hari ini dilakukan operasi. Semoga mereka  optimis  menyongsong  masa  depan bersama teman-temannya yang lain,  kita doakan bersama agar semua berjalan lancar,” ungkap Pangdam.
Terpisah, Kolonel Ckm Dr Agus Ridho Utama, Koordinator Baksos mengatakan, sasaran operasi bibir sumbing ini untuk seluruh penduduk di Papua Barat. Dan informasi tersebut disebar melalui Kodim-Kodim. Namun yang terjaring hanya 11 pasien. “Kami memilih  operasi ini karena memang  operasi ini mahal dan harus dikerjakan oleh spesialis bedah plastik, sedangkan untuk di Papua dan Papua Barat bedah plastik itu tidak ada, sehingga saya datangkan bersama dengan  Smile Train (Badan Amal Internasional Untuk Anak-anak). Smile Train sebuah lembaga masyarakat yang bergerak di bidang sosial khusunya kesehatan dan khusus lagi operasi bibir sumbing,” ucap Agus.
Lanjut Agus menjelaskan, untuk keperluan alat-alat operasi, dokter, bahan-bahan anastesi dan obat untuk selesai operasi untuk pasien semua disiapkan dan untuk pembiayaan  semua ditanggung dari Smile Train, Kodam hanya memfasilitator. Smile Train sendiri mendatangkan  1 dokter spesialis bedah plastik, 1 dokter anestesi, dan 1 administrasi.
Ditambahkannya yang mana 11 pasien yang melakukan operasi bibir sumbing  ini di antaranya usia 3-5 tahun ada 10 anak dan satu remaja. Martha Ayomi, salah satu orangtua pasien Yusak Tarami (5) dengan meneteskan air mata  mengucapkan terima kasih kepada Pangdam dan seluruh penyelenggara, karena dengan adanya operasi gratis ini dapat membantu anaknya. “Kami selama ini tidak membawa anak kami menginggat harga untuk operasi ini sangat mahal,  sehingga waktu ada pemberitahuan dan pendaftaran melalui telepon, maka saya beserta suami langsung mendaftarkan anak kami untuk bisa ikut operasi bibir sumbing ini,” ungkapnya. “Sekali lagi ucapan syukur kepada Tuhan dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini, yang telah melaksanakan bakti sosial operasi bibir sumbing ini,” tambah Martha Ayomi. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.