Dampak Karhutla, RSUD Kaimana Catat Peningkatan ISPA, Asma dan Pneumonia

0

KAIMANA,KLIKPAPUA.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kaimana mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Dalam periode 14–26 September 2026, RSUD Kaimana mencatat ratusan kasus gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan asap.

Hal tersebut dipaparkan Dokter RSUD Kaimana, Coendrat dalam rapat pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana di Ruang Rapat Pemkab Kaimana, Senin (28/9/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi yang tertinggi dengan 56 kasus, disusul asma 33 kasus, pneumonia 23 kasus, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) 17 kasus, dan bronkitis enam kasus.

“Paparan asap tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan meningkatnya ISPA, asma, bronkitis dan pneumonia di Kaimana,” ujar Coendrat.

Ia menjelaskan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 dan PM10, gas beracun serta berbagai zat kimia yang dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru dan memicu gangguan kesehatan.

Gejala yang umum dirasakan akibat paparan asap antara lain batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, serta mata perih dan berair. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker N95 saat berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga asupan gizi.

“Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Semakin sedikit paparan asap yang masuk ke tubuh, semakin kecil pula risiko gangguan kesehatan,” tambahnya.

Ia berharap, masyarakat tetap waspada dan mengikuti anjuran kesehatan selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berlangsung.(lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses