KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat menggelar koordinasi dan sinkronisasi kebijakan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Kaimana, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan itu menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat DP3A Kaimana Jahra Wania serta Kepala Subbidang Pemberdayaan Masyarakat Biro Administrasi Pelaksanaan Otsus Setda Papua Barat Selvina Asatila Murafer. Peserta berjumlah 30 orang dari kelompok perempuan dan organisasi masyarakat.
Selvina mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyerap aspirasi kelompok perempuan di Kaimana sebagai bahan perencanaan program pemberdayaan perempuan tahun 2027.
“Kami datang untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, khususnya kelompok perempuan, agar dapat dirumuskan menjadi kebijakan atau program yang sesuai dengan kebutuhan di daerah,” kata Selvina.
Menurut Selvina, kegiatan pemberdayaan perempuan yang didorong Biro Otsus Setda Papua Barat mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), advokasi, peningkatan kapasitas perempuan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung.
Ia menegaskan, berbagai usulan peserta, seperti kebutuhan modal usaha, hibah, dan sarana pendukung usaha, akan dibahas bersama pimpinan dan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Aspirasi yang kami terima akan ditindaklanjuti dalam perencanaan program tahun 2027, sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujarnya.
Selvina juga menyebut organisasi yang berbadan hukum lebih mudah mengakses program bantuan pemerintah karena proses koordinasi dan verifikasi data menjadi lebih mudah.
Menurut dia, program pemberdayaan perempuan yang dijalankan Biro Otsus sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Barat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.
“Perempuan memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas keluarga dan masyarakat. Untuk itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus yang terus didorong,” katanya. (lau)




















