FAKFAK,KLIKPAPUA.com– Ratusan jemaah dari berbagai unsur mengikuti Salat Istisqa (salat meminta hujan) di Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH), Jalan Dr. Salasa Namudat, Kabupaten Fakfak, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan itu digelar untuk memohon turunnya hujan di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Ibadah yang diinisiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Fakfak tersebut dihadiri Bupati Fakfak Samaun Dahlan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Salat dimulai pukul 07.15 WIT dengan imam Ustaz H. Mustagfirin dan khatib Drs. H. Jumroni. Pelaksanaan berlangsung khusyuk di tengah cuaca terik akibat kemarau yang telah berbulan-bulan melanda Fakfak.
Dalam khotbahnya, khatib menekankan pentingnya tobat, istigfar, dan introspeksi diri atas berbagai kealpaan.
Ia juga memohon agar Allah Swt. menurunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.
Bupati Ajak Antisipasi Dampak Kemarau
Bupati Fakfak Samaun Dahlan dalam sambutannya menyatakan bahwa Salat Istisqa harus dimaknai lebih dari sekadar doa meminta hujan.
Menurutnya, kegiatan itu perlu menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah ujian kekeringan.
“Selain memanjatkan doa, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kemarau. Mari kita bijak menggunakan air bersih yang tersisa dan bersama mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Samaun Dahlan.
Personel Polres Fakfak Berbaur dengan Warga
Puluhan personel Polres Fakfak tidak hanya bertugas mengamankan kegiatan, tetapi juga berbaur dengan warga, mengikuti salat, dan berdoa bersama.
Kapolres Fakfak melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Satuan Samapta, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Firman Praja Barhitu, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis agar ibadah berlangsung khusyuk.
“Pengamanan ini merupakan wujud pelayanan kami agar masyarakat dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Personel kami siagakan di titik-titik strategis sekitar RTH hingga kegiatan usai,” kata Firman.
Menurut dia, keterlibatan Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya mempererat kemitraan antara aparat dan masyarakat.
Rangkaian ibadah berakhir pukul 08.45 WIT dan berjalan aman, tertib, serta kondusif. (wan)





















