Polinef Siapkan Saluran Pengaduan di Setiap Jurusan Usai Kasus Dugaan Pelecehan

0
Direktur Polinef, Muhammad Nur, S.I.P., M.Si., (foto: Wawan/klikpapua)

FAKFAK,KLIKPAPUA.com– Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) berencana menyediakan saluran pengaduan mahasiswa di setiap jurusan. Langkah ini diambil setelah mencuatnya kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum di internal kampus.

Direktur Polinef, Muhammad Nur, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kampus sebagai ruang pendidikan yang aman, berintegritas, dan melindungi mahasiswa. Ia menegaskan kampus akan mengambil tindakan tegas jika kasus serupa kembali ditemukan.

“Adik-adik mahasiswa sudah kami wadahi. Nantinya, di setiap jurusan akan ada saluran pengaduan. Jadi, bukan hanya persoalan pelecehan, tetapi juga apabila ada mahasiswa yang merasa dirugikan dari sisi akademik,” jelasnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Muhammad Nur, saluran tersebut mencakup berbagai bentuk perlakuan yang merugikan mahasiswa, termasuk dalam proses akademik.

Mahasiswa, misalnya, dapat mengadu jika merasa dirugikan dalam penilaian atau mengalami persoalan lain terkait perlakuan dosen maupun pihak terkait di lingkungan kampus.

Ia memastikan setiap pengaduan akan mendapat perhatian dan tidak berdampak negatif terhadap nilai akademik pelapor.

Dengan saluran itu, ia berharap mahasiswa tidak takut menyampaikan masalah, sehingga kampus dapat menanganinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Muhammad Nur mengakui kasus tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat, termasuk orang tua yang hendak menguliahkan anaknya di Polinef. Karena itu, kampus kini berfokus pada pembenahan internal dan penguatan sistem perlindungan mahasiswa.

Ia berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan ini secara proporsional, tanpa mengabaikan penanganan kasus yang menjadi perhatian publik.

“Kami memahami ada yang mungkin sudah menyerah atau kehilangan kepercayaan. Namun, masih banyak pihak yang berpandangan bahwa ini merupakan ulah oknum. Karena itu, Polinef perlu dibantu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar kembali mempercayakan anak-anak mereka untuk kuliah di sini,” katanya.

Menurut Muhammad Nur, pemulihan kepercayaan tidak dapat dilakukan kampus sendiri, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pers, agar masyarakat memperoleh informasi utuh tentang langkah pembenahan yang dilakukan.

“Melalui kampus dan media, kami juga sudah berusaha meyakinkan masyarakat. Saya berharap teman-teman media dapat membantu mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polinef,” ujarnya.

Ia menilai pemulihan kepercayaan publik penting agar kasus ini tidak membuat masyarakat kehilangan keyakinan terhadap proses pendidikan dan prestasi yang telah dibangun Polinef.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut dengan peribahasa “kemarau setahun dihapus oleh hujan sehari”, yakni pencapaian yang diraih dalam waktu lama seolah tertutup oleh satu persoalan.

“Prestasi-prestasi yang selama ini mulai kita raih tiba-tiba bisa hilang hanya karena satu masalah. Karena itu, saya berharap ada dukungan dari teman-teman media untuk membantu mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polinef,” ungkapnya.


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses