Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, Andalkan Kakao Ransiki hingga Migas Bintuni

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memetakan sejumlah produk dan sektor unggulan daerah sebagai bagian dari kegiatan pembuatan Peta Potensi Investasi Provinsi dan pemutakhiran data pada Sistem Potensi Investasi Regional (PIR), di Manokwari, Selasa (22/9/2026).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, peningkatan daya saing ekonomi dan investasi inklusif merupakan salah satu misi utama pembangunan Papua Barat.

Karena itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Barat telah mengidentifikasi produk, sektor komoditas, dan industri lokal yang berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

Ia menyebut sejumlah daerah dengan potensi unggulan, di antaranya kakao Ransiki yang menjadi incaran investor karena kualitas fermentasinya yang tinggi, pala Fak-Fak dengan produk turunan nutmeg butter dan manisan pala, hasil perikanan seperti ikan, udang, dan rajungan baik produk segar maupun olahan kaleng siap saji, serta industri pengolahan gas bumi di Bintuni yang menjadi ekspor terbesar Papua Barat.

“Kita memastikan bahwa setiap peluang investasi yang masuk mampu mengakselerasi hilirisasi ekonomi lokal dan memberikan ruang pemberdayaan yang nyata bagi masyarakat adat dalam koridor otonomi khusus,” kata Dominggus.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah mempermudah investor menanamkan modal melalui reformasi birokrasi, mencakup penyederhanaan izin usaha, penyediaan dokumen perencanaan proyek investasi, serta penguatan digitalisasi promosi investasi.

Upaya tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Nomor 50 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Potensi dan Peluang Investasi Daerah.

Dominggus menegaskan, pemutakhiran data Sistem PIR yang dilaksanakan hari ini menargetkan terwujudnya satu basis data investasi yang valid, transparan, dan siap saji.

Ia meminta seluruh kabupaten tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersama menghasilkan peta potensi komoditas riil yang dapat langsung diakses investor.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pengembangan Potensi Daerah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI yang hadir memberikan bimbingan teknis, serta tim tenaga ahli PT Sinergi Visi Utama Yogyakarta yang mendampingi penyusunan dokumen strategis daerah.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia luar bahwa Papua Barat adalah daerah yang aman, ramah investasi, memiliki kepastian hukum, dan siap melangkah menuju transformasi ekonomi yang mandiri,” ujarnya. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses