MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan sebanyak 99,97 persen rekening nasabah bank di Papua Barat telah dijamin penuh oleh LPS hingga 31 Juli 2026.
Angka tersebut setara dengan 2,10 juta rekening dan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan penjaminan nasional yang berada di angka 99,95 persen.
Data itu dipaparkan oleh Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS III Yuke Fatihaturrahmah dalam kegiatan LPS Media Meet Up Papua Barat 2026 di Manokwari, Rabu (26/8/2026).
“LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau syarat 3T, yakni tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan bank,” jelas Yuke.
Kegiatan Media Meet Up tersebut merupakan yang pertama kali digelar Kantor Perwakilan LPS III di Papua Barat. Acara ini diselenggarakan sebagai langkah strategis LPS untuk memperkuat sinergi dengan insan media guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis dalam ajang meet up perdana itu. Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis LPS dalam menyebarluaskan informasi edukatif mengenai peran penjaminan simpanan.
“Di tengah derasnya arus informasi, jurnalisme yang berkualitas sangat penting, khususnya dalam isu perbankan, karena kepercayaan publik merupakan fondasi stabilitas sistem keuangan. Melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, berimbang, dan mudah dipahami, rekan-rekan media dapat turut membantu meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat di Papua Barat,” ujar Fuad.
Selain pemaparan materi penjaminan, rangkaian acara juga diisi dengan sesi berbagi bertajuk “Membangun UMKM dengan Berani, Tertib, dan Digital”. Sesi tersebut menghadirkan Umroh, pengurus Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Manokwari yang juga pemilik usaha Rumah Sprei Manokwari.
Umroh membagikan pengalamannya dalam membangun usaha, mulai dari keberanian memulai, pengelolaan keuangan secara tertib, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Usaha yang bagus bukan hanya yang ramai pembeli, tetapi yang pemiliknya tahu persis berapa untung dan ruginya setiap bulan, sehingga harus disiplin melakukan pencatatan keuangan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi erat bersama jurnalis media lokal, LPS berharap pemahaman masyarakat Papua Barat terkait literasi keuangan semakin kuat. Hal itu diharapkan dapat mendukung stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (mel)





















