Tagih Janji Kuota ASN, Pencaker Palang Jalan Essau Sessa dan Kantor  Bupati Manokwari

0
Pencaker Manokwari melakukan aksi pemalangan di jalan Drs Essau Sessa, depan mata jalan menuju kantor Bupati Manokwari. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Puluhan pencari kerja (pencaker) menggelar aksi pemalangan di jalan Drs. Essau Sessa (mata jalan menuju kantor bupati Manokwari) dan Kantor Bupati Manokwari, Selasa (2/6/2026).

Massa menutup gerbang kantor sekaligus akses jalan utama menuju pusat pemerintahan itu, mengakibatkan kemacetan di kawasan tersebut.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari terkait penambahan kuota Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai belum terealisasi.

Massa membentangkan baliho berisi kontrak politik yang diklaim pernah disepakati bersama pemerintah daerah.

Koordinator Lapangan, Oktofilus Renggo, mengatakan aksi ini terpaksa digelar kembali setelah serangkaian upaya sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kami turun ke jalan karena sejak tahun 2024 lalu kami sudah melakukan aksi damai, bahkan sampai palang jalan di Kantor BKD hingga Kantor Bupati, tapi sampai sekarang belum ada proses penyelesaian. Hari ini kami turun lagi karena kami merasa ditipu,” kata Oktofilus

Menurut Oktofilus, Bupati Manokwari sebelumnya menjanjikan 120 kursi ASN bagi para pencaker. Namun, saat pembagian Surat Keputusan (SK) berlangsung, nama-nama pencaker yang mengawal janji tersebut tidak masuk dalam daftar penerima.

Massa juga mempertanyakan keterlambatan pengumuman hasil seleksi formasi 2021 yang baru diumumkan pada 2025. Mereka menduga ada kejanggalan dalam sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Untuk BKN, Menpan-RB, dan Deputi, mereka sudah bekerja sama dengan Bupati. Hasil seleksi 2021 baru diumumkan tahun 2025, kami pikir saat itu sudah ada kerja sama untuk mengakomodir kami. Berkaitan dengan janji politik dari Bupati dan Wakil Bupati, setelah pelantikan katanya ada 1.000 pengangkatan ASN. Kami menagih janji itu,” tegasnya.

Para pencaker menyatakan masih membuka ruang dialog. Jika formasi 2021 sudah tidak dapat diubah, mereka meminta kepastian dari pemerintah daerah untuk diakomodasi pada penerimaan ASN berikutnya.

“Kalau memang di formasi 2021 kemarin sudah tidak ada penambahan, ya minimal kami semua yang ada di sini bisa diakomodir secara pasti pada pengangkatan berikutnya,” ujar Oktofilus.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Massa menunggu kehadiran pejabat Pemkab Manokwari untuk memberikan penjelasan. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses