MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– PT Pertamina Patra Niaga menyebut distribusi liquified petroleum gas (Elpiji) nonsubsidi ke wilayah Papua Barat hingga kini masih bergantung pada jadwal kapal pengangkut dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Ambon dan Surabaya.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, mengatakan jalur distribusi Elpiji ke Papua Barat bukan merupakan jalur reguler sehingga pengiriman harus menyesuaikan jadwal pelayaran.
“Jalurnya bukan jalur reguler, sehingga harus mengikuti penyesuaian jadwal kapalnya. Saat ini, stok sudah masuk ke empat agen resmi di Papua Barat,” kata Sofyan di Manokwari, Senin (19/5/2026).
Pertamina mencatat stok Elpiji nonsubsidi yang tersedia di Papua Barat per 14 Mei 2026 mencapai 9.155 tabung. Jumlah tersebut terdiri atas Elpiji 5,5 kilogram sebanyak 1.433 tabung, Elpiji 12 kilogram 7.602 tabung, dan Elpiji 50 kilogram sebanyak 120 tabung.
Menurut Sofyan, ketahanan stok Elpiji 5,5 kilogram di tingkat agen diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 21 hari ke depan. Sementara Elpiji 12 kilogram memiliki ketahanan selama 36 hari dan Elpiji 50 kilogram diproyeksikan bertahan hingga 41 hari.
Ia menjelaskan, proses distribusi tambahan pasokan masih terus dilakukan guna mencegah kekosongan stok di tingkat agen.
Saat ini, terdapat tambahan pasokan sebanyak 1.063 tabung Elpiji 5,5 kilogram, 2.868 tabung Elpiji 12 kilogram, dan 20 tabung Elpiji 50 kilogram yang sedang dalam proses distribusi.
“Ada 3.941 tabung masih dalam perjalanan dengan estimasi kapal tiba di Papua Barat sekitar 2 Juni 2026. Kami berharap tidak meleset dari tanggal tersebut,” ujarnya.
Pertamina juga telah berkoordinasi dengan empat agen resmi Elpiji nonsubsidi di Papua Barat untuk mengantisipasi pembelian berlebihan dan praktik penimbunan oleh masyarakat.
Sebagai langkah pengawasan, setiap pembelian Elpiji nonsubsidi diwajibkan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) agar distribusi lebih terkontrol.
“Agen sudah melaporkan, setiap pembelian Elpiji nonsubsidi harus membawa KTP supaya tidak terjadi panic buying sekaligus mencegah orang yang sama membeli berulang-ulang,” kata Sofyan.
Ia menambahkan, saat ini terdapat empat agen resmi Elpiji nonsubsidi di Papua Barat, yakni dua agen di Manokwari, satu agen di Teluk Bintuni, dan satu agen di Fakfak.
Selain itu, realisasi konsumsi Elpiji nonsubsidi di Papua Barat selama periode Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 336,88 metrik ton (MT).
Dari jumlah tersebut, dua agen di Manokwari mencatat konsumsi masing-masing 191,68 MT dan 41,27 MT, sedangkan Fakfak 89,63 MT dan Teluk Bintuni 14,3 MT. (dra)





















