Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kopdes Merah Putih Buka Akses Pasar Produk Lokal Papua

0

TIMIKA,KLIKPAPUA.com– Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) didorong menjadi penghubung antara produk lokal Papua dan pasar yang lebih luas. Melalui koperasi, hasil pertanian dan perikanan masyarakat dapat dihimpun, dikelola, serta dipasarkan secara lebih terorganisasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa koperasi ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung distribusi kebutuhan pokok, penyediaan sarana produksi, dan pemasaran hasil usaha warga.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Papua diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari penyaluran kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian hingga penampungan serta pemasaran hasil pertanian dan perikanan. Dengan begitu, potensi lokal dapat dikembangkan dan masyarakat memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujar Zulkifli Hasan.

Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur di kawasan SP 5 diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menampung hasil pertanian dan produk lokal agar memiliki jalur pemasaran yang lebih terorganisasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, S.H., M.H. menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Komoditas pertanian dan hasil produksi warga dapat dikumpulkan melalui koperasi sebelum dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
“Potensi lokal harus digali. Tujuannya bagaimana menggerakkan ekonomi lokal supaya tumbuh,” ujar Samuel.

Potensi pertanian Limau Asri turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Petrus Pali Amba, S.T., M.T. menilai kawasan tersebut memiliki peluang berkembang sebagai sentra produksi beras apabila didukung peningkatan hasil panen dan pemasaran yang baik. Melalui penampungan dan distribusi yang terorganisasi, hasil pertanian diharapkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

“Kalau hasil panen padi sudah melimpah, masyarakat di kota tentu akan datang membeli beras dari Limau Asri,” jelas Petrus.

Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Naslindo Sirait mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas fisik perlu diikuti kesiapan pengelolaan dan strategi usaha agar koperasi dapat beroperasi secara produktif.

“Di samping berfungsi menjadi gerai, kita juga berharap tempat ini dimanfaatkan untuk mendorong bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” ujar Naslindo.

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, pengembangan koperasi desa menjadi salah satu upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Dengan pengelolaan profesional dan partisipasi masyarakat, Kopdes Merah Putih diharapkan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses