RANSIKI,KLIKPAPUA.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 16 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) skala kecil berbasis sistem hibrida di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat.
Program ini menyasar kawasan pesisir pantai Bobo, Kampung Abreso, Distrik Ransiki, dan Pantai Dembek, Kampung Dembek, Distrik Momiwaren, untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan penerangan fasilitas umum.
Pengembangan yang diketuai Prof. Dr. Agung Purniawan, S.T., M.Eng., bersama lima anggota tim tersebut menggunakan dua unit turbin angin berkapasitas masing-masing 1.000 watt yang dipadukan dengan panel surya.
“Sistem energi terbarukan ini diharapkan dapat mendukung Penerangan Jalan Umum (PJU) serta kebutuhan listrik di sekitar kawasan pesisir,” ujarnya.
Saat ini pembangunan telah memasuki tahap pengerjaan pondasi dan perakitan komponen turbin angin. Tim TEP 16 ITS juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan dan telah melaksanakan sosialisasi serta pelatihan calon operator lokal pada 21–22 Oktober 2026, guna mendukung pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Selain pelatihan teknis, sosialisasi lanjutan direncanakan untuk membangun pemahaman bahwa turbin angin merupakan aset bersama dari masyarakat dan untuk masyarakat.
Untuk itu, diperlukan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga keamanan fasilitas, mencegah pencurian atau kerusakan serta memastikan keberlanjutan pemanfaatannya.
Hasil pembangunan turbin angin hibrida tersebut direncanakan diserahkan kepada pihak terkait dan masyarakat bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Manokwari Selatan pada 16 November 2026, dengan mempertimbangkan penyelesaian pembangunan, hasil pengujian sistem, dan kesiapan operator lokal.
“Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian masyarakat serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan di kawasan pesisir,” tutup Prof.Agung.(rls/aco)


















