RANSIKI,KLIKPAPUA.com — Sebuah langkah progresif dan inovatif terlihat pada apel pagi di Markas Polres Manokwari Selatan, Ransiki.
Selain menerima arahan pengamanan kamtibmas, puluhan personel kepolisian turut mengikuti sosialisasi kebijakan perlindungan sosial sekaligus melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektoral antara Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Kabupaten Manokwari Selatan, Polres Manokwari Selatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Gagasan ini bermula dari Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Mansel, AKP Frans Eryanan, yang menyadari pentingnya pemerataan akses bantuan sosial hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua Tim PKH Kemensos Kabupaten Manokwari Selatan, Megawati Putri Rajab, memaparkan peran strategis Agen Perlinsos di hadapan seluruh personel kepolisian.
“Peran Agen Perlinsos sangat vital untuk mendampingi warga sekitar dalam mengakses layanan perlindungan sosial digital. Ketika aparat kepolisian yang berada di garis depan masyarakat turut menjadi agen, proses validasi dan pendaftaran data akan menjadi jauh lebih inklusif dan transparan,” ujar Megawati.
Kegiatan sosialisasi langsung dieksekusi di tempat melalui pendekatan jemput bola bersama Disdukcapil dan SDM PKH Kabupaten Manokwari Selatan. Hasilnya, tercatat 75 anggota Polres Ransiki berhasil mengaktivasi IKD, dan 47 personel resmi terdaftar sebagai Agen Perlinsos melalui portal digital Kementerian Sosial.
Ke depannya, melalui peran Bhabinkamtibmas di seluruh pelosok desa, kehadiran para Agen Perlinsos berlatar belakang aparat kepolisian diharapkan mampu menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan, serta memastikan data penerima bantuan sosial tahun 2027 tercatat dengan akurat dan tepat sasaran.
Sinergi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan pelayanan publik mampu menembus batasan sektoral demi kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkeadilan di tanah Papua.(aco/red)


















