Pangdam Kasuari Resmikan Jembatan Garuda di Inggramui, Ajak Pemkab Manokwari Data Desa Terisolasi

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Kodam XVIII/Kasuari terus mempercepat pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Hingga kini, sebanyak 98 dari total 145 unit Jembatan Garuda yang ditargetkan telah rampung dikerjakan.

Hal tersebut disampaikan Pangdam Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru saat meresmikan Jembatan Garuda ke-98 di Kampung Inggramui, Kabupaten Manokwari, Senin (24/8/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Manokwari, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Wakapolresta Manokwari, jajaran Pemkab Manokwari, serta tokoh masyarakat setempat.

“Jembatan yang kita resmikan saat ini merupakan Jembatan Garuda ke-98 dari total 145 unit yang diproyeksikan. Dari target tersebut, 100 jembatan sudah masuk tahap pengerjaan fisik dan 45 sisanya masih dalam tahap pengajuan,” kata Christian.

Ia menjelaskan, dari 100 unit Jembatan Garuda yang telah masuk tahap pengerjaan fisik, sebanyak 57 unit berlokasi di Papua Barat dan 43 unit di Papua Barat Daya.

Khusus di Papua Barat, tersisa dua jembatan yang masih dalam proses pengerjaan, yakni di Kabupaten Pegunungan Arfak, sementara sisanya sudah rampung dan dapat difungsikan masyarakat.

Program Jembatan Garuda sendiri merupakan salah satu wujud komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemerataan infrastruktur konektivitas di kawasan terpencil dan tertinggal, khususnya di Tanah Papua.

Pengerjaannya dipercayakan kepada jajaran TNI AD sebagai bagian dari program teritorial guna membantu mengentaskan isolasi daerah yang minim akses transportasi.

Jembatan Garuda di Kampung Inggramui yang baru diresmikan dikerjakan dalam kurun waktu sekitar tiga minggu, dengan panjang bentang 12 meter dan lebar 4 meter. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Kampung Inggramui dan jalan utama Manokwari.

“Terima kasih dan rasa bangga saya sampaikan kepada para prajurit, pemerintah kampung, masyarakat Indramoi, serta Pemkab Manokwari atas sinerginya. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong mampu menjawab kesulitan rakyat,” ujarnya.

Keberadaan Jembatan Garuda tersebut memberikan dampak langsung bagi 117 kepala keluarga (KK).

Selain mempermudah mobilitas warga dan pengangkutan hasil bumi untuk mendorong ekonomi lokal, akses ini juga mempercepat pelayanan kesehatan darurat serta menunjang aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di kawasan Kampung Rawe.

Pangdam turut mengimbau Pemkab Manokwari mendata dan melaporkan wilayah-wilayah yang masih terisolasi agar dapat diusulkan dalam program pembangunan Jembatan Garuda tahap berikutnya.

“Jika masih ada desa yang terisolasi karena masalah akses transportasi darat, silakan komunikasikan dengan Dandim agar bisa kami ajukan di program selanjutnya. Kepada masyarakat, saya berpesan agar jembatan ini dijaga dan dirawat bersama agar masa pakainya panjang,” pungkasnya. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses