MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta perangkat daerah menganalisis akar persoalan kabut yang menurutnya menghambat penerbangan ke Manokwari.
Ia menyebut Wakil Gubernur Papua Barat sudah dua hari belum bisa tiba karena pesawat Wings tidak dapat mendarat.
Permintaan itu disampaikan Ali Baham saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/10/2026).
Dalam arahannya, Ali Baham menyebut aparatur sipil negara (ASN) sebagai teknokrat seharusnya mampu menganalisis penyebab kondisi tersebut. Ia mempertanyakan apakah kabut itu muncul tiba-tiba atau berkaitan dengan perbuatan manusia.
“Tidak bisa kita diam seolah-olah melihat saja dan tidak ada upaya untuk menganalisis akar persoalannya,” kata Ali Baham.
Ia meminta perangkat daerah terkait, terutama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang), menyusun telaah aspek lingkungan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Ali Baham, karhutla itu mengakibatkan kabut. Ia menilai kabut tersebut tidak lazim di wilayah itu. “Kalau hujan panas itu biasa, kalau kabut itu tidak biasa,” ujarnya.
Karena itu, kata Ali Baham, kajian harus dilakukan secara mendalam dan kritis agar pemerintah daerah dapat menentukan langkah lanjutan apabila kabut itu terbukti disebabkan ulah manusia. (dra)





















