MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Manokwari mencatat 7.046 kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) hingga Selasa (13/10/2026).
Jumlah itu baru 10,04 persen dari total sasaran 70.168 KK, sehingga pemutakhiran dan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos) terus dipacu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari James Woria mengatakan pemutakhiran data difokuskan pada warga miskin dan rentan agar data penerima bantuan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pemutakhiran dilakukan melalui aplikasi Perlinsos Analytics Dashboard milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Data tersebut menjadi acuan verifikasi kelayakan warga yang terdaftar dalam program bansos, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut James, dari 6.942 KK yang masuk dalam data BPNT, hasil verifikasi awal menunjukkan 4.595 KK atau 66,19 persen berpotensi layak menerima bantuan.
Adapun pada program PKH, dari 6.751 KK yang terdaftar, sebanyak 3.393 KK atau 50,26 persen dinyatakan berpotensi layak.
“Fokus kami adalah validasi data di lapangan,” kata James.
Untuk memperluas jangkauan pendataan, Dinsos Manokwari mengandalkan agen Perlinsos yang bertugas hingga tingkat kampung. Saat ini tercatat 877 agen terdaftar, tetapi baru 235 orang yang aktif menginput data.
Para agen tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain aparatur sipil negara (ASN) pemerintah daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan perangkat kampung. Pendaftaran agen disebut meningkat sejak pekan pertama September.
Untuk memperkuat jangkauan tersebut, Dinsos Manokwari juga menggandeng Polresta Manokwari. Personel Bhabinkamtibmas diarahkan menjadi agen Perlinsos sekaligus mendukung aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
James menuturkan, pendataan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama jaringan internet yang terbatas di sejumlah wilayah dan akses yang sulit ke kampung terpencil. Selain itu, gangguan teknis pada sistem kerap terjadi.
“Memasuki bulan Oktober, sering kita alami gangguan jaringan pada portal Perlinsos Kemensos yang berakibat menurunnya jumlah masyarakat yang mendaftar. Ini yang menjadi tantangan kami,” ujarnya.
Menurut James, kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai agen pendata diharapkan dapat menembus hambatan geografis itu.
“Dengan hadirnya Bhabinkamtibmas sebagai agen pendata, Dinsos dapat menembus hambatan geografis tersebut sehingga tidak ada warga kurang mampu yang terlewat dari pendataan,” ungkapnya.
Dinsos Manokwari akan terus melakukan verifikasi data secara berkala untuk memastikan bansos dari pemerintah pusat maupun daerah tepat sasaran.
“Harapan kami, jika portal Perlinsos berjalan normal dan jumlah agen Perlinsos yang meningkat serta aktif melakukan pendaftaran, maka capaian jumlah masyarakat yang didaftar meningkat pula, sehingga target bisa kita capai di akhir tahun ini,” pungkasnya. (mel)





















