KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Edy Claus Kirihio menilai peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaimana merupakan langkah strategis pemerintah daerah bersama DPRK Kaimana untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan daerah menghadapi masuknya investasi besar, khususnya di sektor minyak dan gas (migas).
“Penguatan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan penting karena pelayanan medis yang memadai akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap layanan rujukan ke luar daerah,” kata Edy, Rabu (7/10/2026).
Edy mantan anggota MRPB mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dan DPRK Kaimana dalam mendorong pembangunan melalui peningkatan kualitas layanan di RSUD Kaimana.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Kaimana, Hasan Achmad, dan Wakil Bupati, Isak Waryensi, yang telah membangun fasilitas dan layanan kesehatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edy, peningkatan fasilitas kesehatan perlu dilakukan seiring rencana pengembangan investasi migas Blok Bobara di Kaimana yang melibatkan sejumlah perusahaan besar, seperti Petronas, TotalEnergies, dan Pertamina.
Ia memperkirakan investasi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan mobilitas penduduk dan kebutuhan tenaga kerja.
Karena itu, kesiapan sektor kesehatan menjadi salah satu hal terpenting sebab perkembangan investasi harus didukung pelayanan publik yang memadai.
Edy juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur lain, seperti pengembangan fasilitas dermaga, yang dinilai sangat menunjang aktivitas ekonomi dan investasi di wilayah itu.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) agar Orang Asli Kaimana (OAK) mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja seiring masuknya investasi.
“Semoga pemerintah daerah bersama DPRK Kaimana dan instansi terkait dapat berkolaborasi memperkuat program pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi putra-putri asli Kaimana,” harapnya.
Menurut Edy, kesiapan masyarakat tidak hanya soal keterampilan kerja, tetapi juga kesehatan serta penguatan fasilitas penunjang.
“Agar masyarakat siap menghadapi masuknya investasi besar di Kabupaten Kaimana,” tutupnya. (lau)





















