Sejumlah pekerja memindahkan beras bantuan pangan dari truk ke kapal di Pelabuhan TNI Angkatan Laut Manokwari untuk disalurkan kepada 6.152 penerima di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. ANTARA/Fransiskus Salu Weking
MANOKWARI – Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat, menuntaskan penyaluran 1.593 ton beras bantuan pangan periode Juli-September 2026 untuk 53.101 penerima di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Kepala Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Kamis, mengatakan realisasi penyaluran mencapai 100 persen per 30 September 2026 guna mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Penyaluran beras bantuan di wilayah kerja Bulog Cabang Manokwari sudah 100 persen dari total pagu untuk periode Juli hingga September 2026,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa penyaluran bantuan pangan dilakukan sekaligus untuk periode tiga bulan dengan realisasi untuk Manokwari sebanyak 674.400 kilogram beras (22.480 penerima), dan Kabupaten Manokwari Selatan 172.170 kilogram beras (5.739 penerima).
Kemudian, Kabupaten Pegunungan Arfak mencapai 259.020 kilogram beras (8.634 penerima), Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 320.880 kilogram beras (10.096 penerima), dan Kabupaten Teluk Wondama 184.560 kilogram beras (6.152 penerima).
“Dalam penyaluran bantuan, Bulog melibatkan peran pemerintah daerah, pemerintah distrik, dan pemerintah kampung untuk memastikan ketepatan penyaluran kepada setiap penerima,” ujarnya.
Irawaty mengatakan pendistribusian beras bantuan pangan dilakukan oleh pihak transporter, namun Bulog tetap melakukan pengawalan hingga ke titik lokasi yang telah disepakati bersama pemerintah distrik di masing-masing kabupaten.
Pengawalan bertujuan memastikan kualitas dan kuantitas beras bantuan pangan yang disalurkan tidak mengalami kekurangan ataupun kerusakan, dan apabila hal itu terjadi maka transporter bertanggung jawab melakukan penggantian.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami belum menerima adanya keluhan dari penerima terkait kualitas maupun kuantitas beras bantuan yang sudah disalurkan,” ujarnya.
Saat ini, kata Irawaty, pihaknya sementara menyiapkan stok beras untuk melanjutkan penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Oktober hingga Desember 2026 dan Bulog masih menunggu data jumlah penerima dari Badan Pangan Nasional.
“Stok beras di gudang kami ada 1.100 ton dan sekitar 3.500 ton masih dalam pengiriman. Bulog Pusat sudah beri arahan untuk kami lakukan pengemasan sambil tunggu data penerima keluar,” ujarnya.(ANTARA)