FAKFAK,KLIKPAPUA.com— Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 01 mengajak mahasiswa dan generasi muda di Kabupaten Fakfak untuk menggali potensi ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas unggulan dan inovasi pertanian.
Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Local Hustle, Global Market: Anak Muda Buka Jalan bagi Kawasan Transmigrasi” yang berlangsung di Kampus STIA As Syafiiyah Fakfak, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak.
Dalam diskusi tersebut, Muhammad Faishol Muzakky, S.Bns., membagikan pengalaman mengenai pengembangan industri gula kelapa di Banyumas, Jawa Tengah, yang mampu bertahan selama bertahun-tahun dan menjangkau pasar ekspor.
Ia juga menceritakan pengalaman wirausaha sosial Village on Mars yang tengah merintis usaha di bidang gula kelapa.
Menurut Faishol, keberhasilan pengembangan komoditas tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Produsen perlu menjaga kualitas produk, memastikan kesinambungan pasokan, memahami kebutuhan pembeli, serta membangun hubungan kerja sama yang dapat dipercaya oleh pasar.
Pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan potensi komoditas lokal Fakfak, termasuk pala. Para peserta diajak mengidentifikasi pelaku usaha yang telah mengembangkan komoditas tersebut, memahami kebutuhan produsen dan pembeli, serta melihat peluang keterlibatan generasi muda dalam pengolahan dan pemasaran.
Dorong Inovasi Pertanian di Kawasan Transmigrasi
Wakil Ketua I STIA As Syafiiyah Fakfak, Zulfiqar Weunan Bauw, S.E., M.M., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mendorong mahasiswa agar lebih jeli melihat peluang ekonomi di kawasan transmigrasi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya mengajak generasi muda Fakfak untuk turut membaca dan mengembangkan peluang di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage,” ujar Zulfiqar.
Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 01, Dr. Johar Arifin, S.Pt., M.P., menilai luasnya potensi wilayah dan berkurangnya jumlah petani dapat menjadi momentum untuk mengembangkan pendekatan pertanian yang lebih inovatif.
“Daya dukung wilayah yang luas, di tengah jumlah petani yang semakin menyusut, justru memberi harapan bagi tumbuhnya pola pertanian baru. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, pertanian dapat terhubung dengan pasar global,” kata Johar.
Ia menekankan bahwa pengembangan sektor pertanian perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Generasi Muda sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem usaha di kawasan transmigrasi. Keterlibatan anak muda tidak hanya dibutuhkan dalam proses produksi, tetapi juga dalam pengelolaan usaha, pemasaran, pengembangan produk, hingga membangun kemitraan dengan pelaku pasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan generasi muda Fakfak diharapkan mampu melihat komoditas lokal sebagai peluang usaha yang memiliki nilai tambah dan prospek pengembangan jangka panjang.
Pengalaman industri gula kelapa Banyumas menjadi salah satu contoh bahwa komoditas berbasis potensi lokal dapat berkembang lebih luas apabila dikelola secara konsisten, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Program Pengembangan Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara generasi muda, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Dengan inovasi, kolaborasi, dan keberanian berwirausaha, generasi muda Fakfak diharapkan menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi daerah menuju pasar yang lebih luas.(rls/red)





















