MANOKWARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat mencatat kecelakaan lalu lintas didominasi pelajar dan pengendara usia produktif. Kecelakaan itu terjadi di tengah peningkatan jumlah kejadian dari triwulan II ke triwulan III 2026.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat Kombes Pol. Arief Bahtiar mengatakan, data kecelakaan yang meningkat itu banyak melibatkan pelajar dan pengendara berusia 24 sampai 29 tahun.
“Data laka lantas yang meningkat ini banyak didominasi pelajar dan usia produktif 24 sampai 29 tahun,” ujar Arief di Manokwari, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan data Ditlantas, kecelakaan lalu lintas naik dari 131 kejadian pada April–Juni menjadi 164 kejadian pada Juli–September. Korban meninggal dunia naik dari 15 orang menjadi 26 orang, dan korban luka berat naik dari 110 orang menjadi 121 orang. Adapun korban luka ringan turun dari 209 orang menjadi 134 orang.
Menurut Arief, kecelakaan paling banyak terjadi di Kota Manokwari, disusul Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fakfak. Penyebab utamanya adalah kelalaian pengendara, seperti mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan tidak mematuhi rambu lalu lintas.
Untuk menekan angka kecelakaan, Ditlantas menggelar Operasi Patuh Mansinam 2026. Dalam operasi itu, petugas mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif berupa penyuluhan langsung di sekolah, pasar, terminal, pangkalan ojek, dan permukiman.
Arief menyatakan penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan lain.
“Bagi pelanggar, kita mengutamakan teguran, tetapi tetap juga akan kita lakukan penindakan berupa tilang melalui razia stasioner,” katanya. (mel)





















