Warga Binaan Lapas Manokwari Buat Miniatur Rumah Kaki Seribu, Dijual hingga Rp500 Ribu

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Enam warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, Papua Barat, membuat miniatur Rumah Kaki Seribu, rumah adat Suku Arfak, sebagai bagian dari pembinaan keterampilan. Miniatur itu dijual mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per unit.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Manokwari, Fransiskus Ngangut, mengatakan pembinaan keterampilan diarahkan untuk menggali potensi dan bakat warga binaan.

“Salah satu kerajinan warga binaan kami adalah miniatur Rumah Kaki Seribu. Pembuatannya melibatkan enam orang warga binaan yang seluruhnya merupakan anak-anak asli Suku Arfak,” ujar Fransiskus saat ditemui di Lapas Kelas IIB Manokwari, Kamis (22/10/2026).

Miniatur tersebut dibuat berdasarkan pesanan dan untuk dipamerkan dalam pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pameran hasil karya warga binaan.

Fransiskus menjelaskan, satu miniatur memerlukan waktu sekitar tiga sampai empat hari pengerjaan. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dan bergantung pada cuaca.

“Proses pengeringan bahan sangat membutuhkan cuaca panas terik. Kalau terkendala hujan, proses pembuatan bisa sedikit lebih lama,” ujarnya.

Harga miniatur bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan. Harga itu belum termasuk bingkai kaca pelindung bagi pemesan yang menginginkannya.

Selain miniatur Rumah Kaki Seribu, warga binaan Lapas Manokwari juga membuat rajutan noken, lampion hias, lukisan, dan ukiran.

Fransiskus mengatakan, pembinaan ini masih menghadapi kendala, yakni ketersediaan bahan baku dan regenerasi perajin. Warga binaan yang sudah mahir akan bebas setelah menjalani masa pidana, sehingga pihak lapas harus melatih warga binaan baru.

“Kerajinan ini sangat bergantung pada keahlian dasar warga binaan. Ketika ada yang mahir dan kemudian bebas, kami kembali melatih warga binaan baru. Kendala utama kami saat ini ada pada ketersediaan bahan baku, tetapi kami terus berupaya memfasilitasi agar mereka tetap produktif,” katanya. (mel/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses