Pelatihan Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional 2026 di Mansel, Pemprov Papua Barat Dorong Pelestarian Budaya Daerah

0

RANSIKI,KLIKPAPUA.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan serta kesenian daerah melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional Tahun 2026.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Manokwari Selatan, Mesakh Inyomusi, yang ditandai dengan penaburan tifa sebanyak lima kali.

Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Papua Barat, Wabup Mesakh Inyomusi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kelembagaan seni budaya, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menjaga eksistensi dan kelestarian kebudayaan di wilayah Papua Barat.

Keberagaman seni dan budaya Papua Barat merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan — mencakup keragaman suku, bahasa, tarian tradisional, lagu daerah, hingga kerajinan tangan yang mencerminkan identitas masyarakat Papua Barat.

Pembangunan kebudayaan dan kesenian daerah memerlukan perencanaan yang matang agar potensi budaya lokal dapat menjadi keunggulan daerah dan memperoleh pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sanggar kesenian, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam membina generasi muda, mengembangkan kreativitas, serta mewariskan nilai-nilai budaya. Oleh karena itu, keberadaan sanggar seni perlu didukung dengan tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta kemampuan menghasilkan karya seni yang berkualitas.

Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen terus mendukung pemajuan kebudayaan dan kesenian daerah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan dapat menjalankan pembinaan secara lebih efektif dengan program yang tepat sasaran dan implementatif.

“Melalui pelatihan ini, narasumber diharapkan memberikan pembimbingan yang komunikatif dan interaktif, sehingga materi dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan lembaga kesenian tradisional,” ujar Mesakh Inyomusi.

Para peserta diimbau mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lembaga kesenian semakin meningkat. Pembangunan kebudayaan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dinas terkait, serta para seniman dan komunitas kebudayaan.

Sinergi ini penting agar program pembangunan budaya selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku seni daerah. Diharapkan, melalui pelatihan ini lahir pengelolaan sanggar seni yang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing — sehingga warisan leluhur tetap terjaga dan kebudayaan Papua Barat semakin berkembang sebagai identitas daerah yang membanggakan.(aco/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses