116 Tahun Masuknya Injil di Kampung Yakati, Bupati Yohanis: Tanah Sisar Matiti Adalah Saksi Bersejarah Perjalanan Iman

0

BINTUNI,KLIKPAPUA.com — Kampung Yakati bukan sekadar sebuah kampung di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Lebih dari itu, sebagai kampung tertua di wilayah Wamesa, Kampung Yakati merupakan salah satu tempat bersejarah dalam perjalanan iman masyarakat Teluk Bintuni.

Di tanah inilah benih awal Injil pertama kali ditaburkan, tepatnya pada 10 Oktober 1910 di Tanah Sisar Matiti.

Hal tersebut disampaikan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy dalam peringatan 116 Tahun Masuknya Injil di Kampung Yakati, Distrik Wamesa, Jumat (10/10/2026).

“Puji syukur atas penyertaan Tuhan, kita dapat berkumpul di tempat yang penuh sejarah dan makna ini, untuk memperingati 116 tahun masuknya Injil di Tanah Sisar Matiti, Teluk Bintuni, khususnya di Kampung Yakati,” ujar Bupati Yohanis mengawali sambutannya.

Bupati menegaskan, peringatan ini bukan sekadar mengenang peristiwa yang terjadi lebih dari satu abad silam, melainkan pengingat kembali akan karya Tuhan yang telah menuntun perjalanan iman masyarakat Teluk Bintuni melalui orang-orang yang dipakai-Nya.

Menelusuri sejarah, pada 10 dan 11 Oktober 1910, dua Guru Injil, Andarias Deffretes ditempatkan di Kampung Yakati dan Pieter Leiwakabessy di Kampung Idoor, tiba di kedua tempat tersebut. Kehadiran mereka bermula dari kerinduan masyarakat sendiri, ketika Tuan Souwona Silas Kawaab dan Kuryaido Marthen Kambunandiwau mendatangi Zendeling J.A. van Balen di Kamadiri, Windesi, untuk memohon pengajaran Firman Tuhan.

Pada 16 Oktober 1910, ibadah perdana akhirnya dilaksanakan di kedua kampung tersebut, sebuah tonggak sejarah yang menandai masuknya Injil ke Teluk Bintuni, Tanah Sisar Matiti.

“Dari tempat yang sederhana ini, benih Firman Tuhan ditaburkan. Benih itu kemudian bertumbuh, berakar, dan diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Lebih dari satu abad kemudian, kita masih dapat merasakan buah dari perjalanan iman tersebut dalam kehidupan masyarakat Teluk Bintuni,” ungkap Bupati.

Bupati mengajak seluruh umat Tuhan untuk menjaga warisan iman dan sejarah ini agar terus hidup dan menjadi terang di tengah kehidupan masyarakat.

“Biarlah Injil tidak hanya menjadi bagian dari catatan masa lalu, tetapi terus hidup dan menjadi terang dalam kehidupan kita, dalam keluarga, dalam jemaat, dalam masyarakat, dan dalam pembangunan daerah,” ajaknya.

“Kiranya melalui peringatan ini, dari Yakati benih Injil ditaburkan, dari generasi ke generasi iman terus bertumbuh. Tuhan memberkati masyarakat Kampung Yakati dan seluruh masyarakat Teluk Bintuni, serta menuntun kita senantiasa berjalan dalam terang kasih-Nya,” pungkas Bupati Yohanis Manibuy.(red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses